Pasangan Impian


30 hari menulis di bulan April -Hari ke 26 - Pasangan Impian

Hari ke 26 – Pasangan Impian

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-26 => Tema Pasangan Impian : Ceritakan Sosok Pasangan Impian Seperti Apa Yang Kamu Idam-Idamkan

Hai…

Agak lucu juga tema kali ini, kan aku sudah punya istri, bagiku istriku ya sosok pasangan impianku. Terlepas dari segala kekurangannya, disitulah aku ada untuk menutupinya, ciyaaa… hahahaha.

Tapi, mungkin sewaktu masih single dulu, aku juga mempunyai pasangan hidup yang aku idam-idamkan dengan beberapa karakter. Eh nggak ding, itu rasis banget kalau harus membahas karakter sesuai selera kita. kan nggak adil banget kalau harus mempunyai pasangan hidup sesuai yang kita inginkan. Jika beda dengan yang kita mau, kita se-enaknya merubah dia sesuai keinginan kita. egois bukan.

Bukannya cinta itu apa adanya, mencintai itu tak harus menyukai dengan semua kelebihannya, tapi juga harus menerima semua kekurangannya.

Nah berikut hal-hal yang terpikirkan olehku saat berangan-angan tentang pasangan impian.

Se-Iman Yang Bisa Saling Mengingatkan Dalam Hal Kebaikan

Ini adalah point utama yang harus ada di setiap pasangan impianku, Se-agama Islam.

Aku sendiri terlahir sebagai orang islam, Ibu dan Bapakku, Nenek dan kakekku juga beragama islam kala itu. Anggap saja aku masih Islam turunan, sebab aku beruntung dilahirkan dari rahin seorang ibu yang beragama Islam. Dan oleh karena itu, keyakinanku jelas beranggapan Islamlah agama yang benar. Dan aku bersyukur tentang itu.

Untuk pasangan impian, jelas aku menginginkan hal yang sama seperti yang aku yakini. Sebab, cinta akan sulit terjalin jika beda keyakinan. Bagaimana mencintai kalau pondasi kehidupannya saja sudah bertolak belakang, kan susah banget menjalin sebuah hubungan kalau gitu. Jadi se-iman adalah hal terpenting untuk mencari sosok pasangan impian.

Tidak hanya itu saja, aku juga menginginkan seorang pasangan impian yang mempunyai dasar agama yang kuat. Tidak harus lulusan pondok untuk menjadi seorang wanita yang dasar agamanya kuat. Sebab keyakinan itu bukan soal pelajaran yang bisa dihapal, tapi apa yang di lakukan dan di amalkan.

Dengan mempunyai pasangan yang mempunyai dasar agama yang kuat, InsyaAllah, anak-anak yang terlahir akan mempunyai guru yang hebat. Yah seorang Ibulah yang bisa melahirkan generasi berprestasi dan berbudi luhur. Karena baik-buruknya anak tak lepas dari didikan orang tua, terutama dari seorang Ibu.

Dan Alhamdulillah, aku dipertemukan dengan istri yang  seiman dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Aku rasa, dia sudah sangat masuk dalam kriteriaku untuk point ini. Dia bukan lulusan pondok ternama, dia juga bukan penghafal Al-qur’an. Tapi cukup bagiku,  dia bisa menjadi pemberi semangat dan berjalan di jalan yang aku jalani sekarang.

Baca juga : Hal-hal yang di perhatikan sebelum memutuskan menikah

Berhijab Bukan Karena Cantik

Pasangan Impianku nanti harus berhijab”. Yah begitulah yang sangat aku idam-idamkan sejak dulu. Berhijab adalah salah satu cara wanita untuk menutupi aurotnya. Memang wanita akan terlihat indah dengan rambut panjangnya, tapi bukankah itu indah di mata orang umum. Sedangkan dengan berhijab, keindahannya hanya akan di pertontonkan untuk suami tercintanya kelak.

Bagiku, wanita berkerudung itu mempunyai pesonanya sendiri, apalagi sekarang dengan model hijab yang sudah modern, yang lebih terlihat anggun, walau terlihat memakainya sedikit ribet dengan berbagai jarum yang di tusuk ke kerudung.

Tapi bukan berkerudung seperti itu yang aku inginkan, aku sangat mengidam-idamkan seorang wanita yang berhijab bukan karena kecantikan, tapi hijab yang nyata untuk menutupi auratnya. Banyakloh wanita yang berkerudung diluar sana, tapi sewaktu di depan rumah atau sekitaran rumahnya, dia tidak berkerudung. “Kan tidak lagi kemana, mana… kan lagi santai dirumah saja”.  Iya sih..

Tapi, aku ingin sekali mempunyai pasangan yang selalu memakai kerudung setiap saat dan hanya di lepas saat di dalam rumah saja. Aku hanya ingin, hanya aku seorang saja yang bisa menikmati keindahan pasangan impianku itu. Dan Alhamdulillah, hal yang aku inginkan seperti itu terwujud juga.

Baca juga : Pilih wanita cantik atau wanita Sholihah

Pandai Memasak

Aku lebih suka makanan yang di siapkan oleh orang special bagiku. Terlebih lagi kalau dia yang memasak untukku.

Jarang banget loh, wanita zaman sekarang yang peduli dengan masak-memasak. Mereka lebih fokus dengan kuliah mereka, dengan kerjaan mereka ataupun dengan mantan mereka, eh.. wkwkwk.

Intinya, biarpun setinggi apapun ilmu yang kau dapat di kuliahan, atau seberapa bermartabatnya kerjaan yang kau geluti sekarang. Disaat sudah menikah, sudah kodrat wanita tetap menjadi ibu rumah tangga. Nggak mungkin juga ibu rumah tangganya itu wanita tetangga ataupun selingkuhan suami yang ketiga.

Wanita tetaplah akan menjadi ibu rumah tangga, yang melahirkan anak-anaknya. Dia juga akan menjadi guru, sahabat dan orang yang dihormati oleh anak-anaknya, biarpun ada 30 pembatu rumah tangga dirumah.

Biarpun hanya secangkir kopi panas, sepiring nasi putih dengan lauk telur setengah matang. Yang penting itu buatan istri tercinta yang dibuat sepenuh hati. Tak perlu dia pandai memasak, karena memasak bukan masalah keahlihan, hanya segelintir pengalaman. Sedangkan yang aku butuhkan adalah wanita yang mau untuk memasakkan suaminya dengan ketulusan.

Baca juga : Wanita bertubuh mungil lebih menarik dan di kagumi kebanyakan pria

Cerdas Dalam Mengolah Keuangan

Tugas seorang istri adalah menjaga Kehormatanya, menjaga harta benda suaminya dan menjaga cinta suaminya.

Aku adalah seorang karyawan yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk perusahaan. Selain kesibukan sehari-hari, juga rasanya malas aja membuat perencanaan tentang pengeluaran sehari-hari. Dan terlebih lagi, aku typikal orang yang jarang menginginkan sesuatu, seperti ingin beli baju, beli handphone baru, atau jajanan sehari-hari. Secara logika, aku termasuk orang yang hemat dengan sedikit pengeluaran.

Tapi kenyataanya tidak begitu juga. Memang aku jarang membelanjakan uang untuk suatu hal, tapi sekali keluar atau sekali ingin beli sesuatu semisal belanja bulanan. Seharusnya budget yang dikeluarkan hanya butuh 300rb, karena yang belanja itu aku, hasilnya pengeluarannya bisa jadi 450rb.

Aku typikal yang jarang menimang-nimang masalah kebutuhan sehari-hari, kalau aku suka, maka aku beli, padahal nggak begitu butuh juga. Alhasil, disetiap beberapa hari sebelum gajian, uangku tinggal beberapa lembar, tak jarang aku hutang ke teman sewaktu bujang dulu, hanya untuk membeli bahan bakar sepeda motor agar tetap bisa berjalan.

Baca juga : Lelaki terlalu baik dan wanita tukang protes

Tapi, setelah menikah, tidak hanya uang tercukupi, justru ada kelebihan uang yang bisa di tabung untuk biaya tak terduga.

Enak loh punya istri, serasa punya seketaris atau menteri keuangan, yang bisa mengatur keseimbangan keuangan keluarga. Hahaha.

*****

Ya begitulah sedikit banyak kriteria pasangan impian yang aku idam-idamkan dahulu. Kalau kamu, selain cantik, pasangan seperti apa yang kamu idam-idamkan untuk masa depanmu?

26  April 2017 ~ Ainur Irawan

 

Iklan

18 pemikiran pada “Pasangan Impian

  1. Pasangan impian saya ga cantik… gimana dong ini… 😅

    Mas Nur apakah istrinya Mas Nur baca blog ini juga ?
    *penasaran dari kemaren pengen tanya.
    Kalau Iya, pasti berbunga2 selalu dia tiap kali menjadi pembahasan di tulisan. Hihi

    Suka

  2. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s