Impian Masa Depan


30 hari menulis di bulan april - Hari ke-29 - Tema Impian Masa depan

Hari ke-29 – Tema Impian Masa depan

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-29 => Tema Impian Masa Depan : Ceritakan Impian Yang Ingin Kamu Ingin Raih Dimasa Depan

Apa cita-citamu?

Aku ingin jadi Hokage yang lebih hebat dari para Hokage terdahulu, wkwkwkw

Ah, sudah lama sekali aku mempunyai cita-cita seperti itu, semenjak terhipnotis oleh sosok Naruto di masa SMA. Mungkin banyak orang akan menjawab ingin melanjutkan kuliah agar bisa menjadi seorang dokter, Guru maupun cita-cita lainnya. Intinya, cita-cita itu lebih banyak mengarah kesebuah hal atau pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak dengan mudah. Hahahaha.

Yah memang tidak bisa dipungkiri bahwa Hidup juga butuh uang untuk bisa bertahan. Walaupun, pada dasarnya, kita hidup didunia tak perlu adanya uang untuk bisa bertahan. Contohnya Tarzan. Biarpun dia tidak bisa menikmati indahnya surfing internet dengan melihat video Youtube, tapi si Tarzan ini juga tetap hidup. Biarpun tidak bisa menikmati makanan pizaa, spageti, dan Hot dog. Tapi tarzan makan apapun di dalam hutan dan bisa hidup berbahagia tanpa kekurangan apapun.

Eh, ini sebenarnya bahas apa’an sih.. wkwkwk

Ok, tema kali ini membahas tentang impian masa depan. Masa depan yang sangat aku damba-dambakan dan ingin sekali aku usahakan agar lebih baik dari masa sekarang.

Melihat Anak-anak Tumbuh Bahagia

Karena aku sudah berumur 28 tahun, rasanya berspekulasi untuk menjadi seorang guru seperti yang aku cita-citakan sejak kecil adalah hal yang mustahil. Yah kurasa, yang bisa aku usahakan, tentunya dengan mengikhlaskan cita-cita tersebut.

Toh, aku juga bisa menjadi guru untuk anak-anakku kelak saat sudah bersekolah. Aku bisa mengajari mereka bagaimana menghadapi ujian sekolah tanpa rasa takut dan rasa khawatir. Soalnya ilmu sekolah mah, nggak ada apa-apanya ketimbang ilmu diri. Hihihihi

Melihat mereka tumbuh menjadi anak yang baik adalah hal yang paling aku impikan. Terlebih lagi baik menurut Agama, entah tekun sholatnya, bertata krama dengan orang yang lebih tua darinya, juga berbuat baik kepada manusia lainnya.

Tak ada yang lebih indah ketimbang melihat mereka dewasa. Aku ingin mengarahkan mereka agar tidak terjebak pada lubang yang sama seperti yang aku alami dulu. Tapi yah atas Izin-Nya. Soalnya, yang aku arahkan bukan tentang kehidupanku, tapi hidup anak-anakku, tentunya merekalah yang bisa pegang kendali atas dirinya sendiri. Yah, tinggal jadi cermin saja, biar mereka ngikutin apa yang mereka anggap benar. Masalahnya, yang kita anggap benar belum tentu mereka beranggapan benar. Hanya Allah saja pemilik kebenaran tersebut.

Baca juga : Pembenaran Diri

Ada saatnya ketika aku harus merelakan anak-anakku berjuang dengan hidupnya sendiri, menjadi istri orang lain dan membina keluarganya sendiri. Mungkin saat itu adalah moment yang paling menyenangkan sekaligus pilu bagi seorang orang tua yang sejak kecil membesarkannya.

Aku hanya ingin kelak, anak-anakku menjadi orang dewasa yang keren. Tau siapa dirinya, Siapa Tuhannya  dan ingat dengan orang tua yang sudah membesarkannya. Aamiin

Ingin Mempunyai Usaha Sendiri

Sebagaimana seorang yang telah lama menjadi buruh Pabrik, rasanya ingin sekali lepas dari pekerjaan seperti itu dan mengawali usaha sendiri yang aku jalani sendiri.

Aku seorang manusia yang mempunyai keinginan tentang  sebuah kemudahan dalam mencari nafkah. Jika menjadi buruh pabrik mengharuskan mengorbankan waktu 8 jam sehari, aku sangat berkeinginan mempunyai penghasilan sendiri dirumah, dan tetap selalu bersama keluarga dan bisa mengawasi anak-anak sepenuhnya.

Mungkin semua orang juga menginginkan hal tersebut, tapi kan nggak jadi masalah kalau hanya berangan-angan semikian. Siapa tahu, jika Allah mengizinkan kita mempunyai penghasilan sendiri dirumah dengan berwirausaha. Maka beruntunglah saat hal tersebut terwujud.

Membangun Sebuah Rumah Untuk Anak-Anak

Mungkin saat ini, aku hanya bisa menyiapkan sebidang tanah untuk setiap anak-anakku kelak. Aku bersama istriku sudah menyiapkan tanah untuk bisa dibangun sebuah rumah, eh tiga rumah. Dua diantaranya masih berupa tanah kosong dan satu sudah menjadi rumah yang sekarang aku tempati.

Ingin sekali aku bisa membangun rumah di atas tanah kosong tersebut. Setidaknya, aku bisa membahagiakan anak-anakku dengan mempersiapkan masa depannya nanti. Maksudnya masa depan ketika sudah menikah kelak.

Intinya, aku tidak ingin anak-anakku meninggalkanku disaat sudah mempunyai suami. Maka dari itu, aku menyiapkan sebuah rumah, agar anakku dan suaminya bisa menempati rumah yang sudah aku sediakan itu. Dan rumah itu masih berdekatan dengan rumah yang aku tinggali sekarang. Biar aku bisa melihat kesedihan dan kebahagian mereka mengarungi bahtera rumah tangga, juga biar aku bisa menimang-nimang cucu dengan sepuasnya.

*****

Aneh juga aku membicarakan hal sejauh itu, tapi setidaknya aku mempunyai gambaran bagaimana impian masa depanku kelak.

Kalau kalian, masa depan seperti apa yang kalian impikan?

29 April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

22 pemikiran pada “Impian Masa Depan

  1. Mas Nuuuuuuuuur, , , itu impian ketiga hati2 bisa menghasilkan konflik sama anak. Belum tentu mereka pengen rumah yang dibangun/beli ortunya.

    Anak juga rasa sama kayak ortu lho mas. Pengen nya ortunya bahagiain/menghabiskan penghasilannya untuk diri sendiri dan hobi saja kalau sudah berhasil meembuat dia lulus kuliah.

    menyuarakan pendapat saya sendiri #curhat #sayasudahmerasakannya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Pilih Mana, Mimpi Buruk Atau Mimpi Indah? | Pennadiri

  3. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s