Tembok Pengabul Aspirasi


1 mei Hari buruh Internasional

Hari buruh Internasional – Source image by Google

Halo apa kabar?

Semoga dalam keadaan sehat selalu.

Memaknai Hari Buruh. Hari ini adalah hari libur bagi para buruh, jadi yang bukan jadi buruh nggak boleh libur, wkwkwkw. Tepat tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Sangat menyenangkan sih libur kali ini, bukan karena kita bisa demo seenaknya agar gaji para buruh naik atau mendapat tambahan tunjangan gaji. Tapi libur kali ini tepat hari senin yang menambah deretan hari dengan libur panjang.

Ciyeee, yang lagi libur panjang nih? Emang kemana aja?

Sayangnya aku tidak pergi kemana-mana, hanya diam dirumah dan menikmati libur 3 hari lagi seperti minggu kemarin.

Berbicara tentang Hari Buruh, Banyak aktivis-aktivis yang biasanya melakukan konfoi dijalanan. Ada juga yang menyemarakan demo agar tuntutan mereka terpenuhi.

Kalau aku sendiri, ogah banget melakukan hal begituan. Aku ogah banget harus berpanas ria konfoi dijalanan yang ujung-ujungnya tidak mendapat hasil apapun dari konfoi tersebut, paling cuma keringat dan bau matahari yang menempel dikulit.

Begitupun dengan demo, menyuarakan tuntutannya dijalanan dengan yel-yel  agar perusahaan yang mempekerjakannya mau mendengar keluh kesah mereka. Aku lebih suka demo di kamar mandi dengan menyanyikan lagu Paramore dan lagu Seconhand Serenade. Lebih menenangkan, wkwkwkw

Lagian, aku mensyukuri apa yang aku dapat sekarang, Biarpun memang banyak ketidak adilan didunia ini terlebih lagi di dunia industri perihal gaji para pegawai. Aku mencoba untuk bersyukur dan tidak iri dengan gaji orang lain yang lebih besar dariku. Toh, rezeki itu bukan dari tangan pemilik perusahaan, tapi dari Allah yang menaruh rezeki ku di tangan para bos  tersebut.

Biarlah Allah yang mencukupi kebutuhanku, dan tak perlu aku demo dijalanan hanya untuk mengeluhkan perihal kebutuhanku. Cukup disetiap doaku aku mengeluhkan tentang semuanya kepada MU.

Berbicara tentang ketidak adilan, aku mempunyai kisah unik di perusahaan yang mempekerjakan aku. Di tempatku bekerja, ada dua pihak Serikat yang di ikuti oleh karyawan.  SPSI dan METAL

Sejak dulu, karyawan yang sudah lama mengikuti Serikat SPSI, baru-baru ini, karyawan baru lebih memilih Serikat Metal yang bergerak di garis keras. Aku bisa mengatakan garis keras, soalnya Serikat ini menuntut segala harusmengikuti prosedur. Terutama tentang gaji pegawai.

Sejak lama, bagi karyawan tetap dan karyawan kontrak terdapat perbedaan gaji yang tak sama. Tapi selama ini tidak terjadi apa-apa, hanya baru-baru ini sejak Serikat baru masuk dan menimbulkan banyak selisih paham antara pihak staf dan karyawan yang mengikuti Serikat baru tersebut.

Karena perjuangan karyawan baru tersebut dengan dilindungi oleh serikat baru itu, alhasil pihak perusahaan memenuhi tuntutan mereka. Perihal naik gaji tidak hanya bagi yang menganut paham serikat metal saja, tapi bagi seluruh karyawan bisa menikmati tambahan gaji.

Hal ini menjadi polemik antara kedua serikat, eh bukan.. antara kedua pihak karyawan yang mengikuti serikat masing-masing. Yang merasa dipihak serikat metal, mereka dengan bangga merasa susah memperjuangkan hak orang banyak dengan demo dan berbicara dengan staf perusahaan perihal hak yang mereka perjuangkan. Sedangkan untuk yang serikat satunya yang hanya diam sejak awal, merasa terusik ketika mereka dibilang menumpang keberuntungan dari usaha orang lain.

Polemik ini diperjelas dengan tragedi baku hantam di toilet.

Kok di toilet?

Yah, karena di toilet lah mereka bisa baku hantam yang tak berujung, tak harus ada terluka baik fisik maupum hati, hanya melampiaskan kekesalan dan merasa sombong dengan hal yang mereka namakan perjuangan.

Gambar tembok dengan tulisan uneg-uneg dua pihak berselisih di toilet tempatku bekerja

Gambar tembok dengan tulisan uneg-uneg dua pihak berselisih di toilet tempatku bekerja

Dengan tembok putih di toilet sebagai media penyalur aspirasi dan unek-unek berlebih. Dari tembok ini kedua pihak saling menyerang dengan kata-kata pedas. Yang satu merasa telah berjuang dan men-nyir-nyir serikat satunya. Dan dilain pihak, membalas dengan kata bijaknya yang tak sesuai dengan arti kata “bijak”.

Begini loh, mereka yang masih muda, mungkin memang punya aspirasi berlebih untuk bisa menulis atau mencoret-coret tembok dengan seenaknya. Tapi kenapa harus yang sudah dewasa dengan umur yang tak lagi muda, harus ngikutin tindakan bodoh yang muda-muda. Dibilang berkata bijak pun juga tak pantas, karena kata bijak tak bisa bertolak belakang dengan perbuatannya bukan? Mencoret tembok bukanlah hal bijak yang biasa dilakukan orang bijak.

Aku, sebagai orang netral yang menyaksikan balasan-balasan di dinding tersebut hanya bisa senyum-senyum saja. Kami semua memang terbantu dengan perjuangan kalian dalam meminta hak-hak kalian. Tapi perlu kalian ketahui, bahwa naik atau tidaknya gaji, tak selalu bisa mencukupi kebutuhan kalian. Para staf menaikkan gaji kita semua bukan karena perjuangan kalian saja, melainkan tanpa seizin-Nya, tak akan mungkin terjadi. Dan semua itu kembali kepada Yang Maha Pemberi Rezeki.

Jadi, lupakan soal dinding ditoilet tersebut, semoga disaat bulan Ramadhan bulan depan, tembok itu sudah bersih dengan di cat kembali, dan hati kita semua juga ikutan bersih seperti tembok tersebut, dengan memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang di Ridhoi. Aamiin.

Hikmah bulan Sya’ban di Hari Buruh

Iklan

5 pemikiran pada “Tembok Pengabul Aspirasi

  1. saya juga buruh koq Mas, yang tetep disuruh2 sama atasan, kalo salah dimarahin habis-habisan tapi kalo berprestasi mah cuma dikasih senyuman ahahahahahahaa… Selamat hari buruh buat kita semua! Mari bersyukur atas apa yang telah kita terima…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s