Mengapa Harus Takut Dengan Jatuh Cinta


Mengapa harus takut untuk jatuh cinta?

Jatuh cinta?, Siapa takut!

Hai kawan….

Wah, kayaknya udah lama sekali aku tidak membuat postingan tentang Cinta, Rasanya udah gatel banget ingin nulis tentang Cinta dan Jomblo wkwkwkw. Oh iya, Cinta disini bukan tentang Cinta Nungki Lestari loh, kalau tentang dia mah, bisa di lanjut dengan mengunjungi di blognya Si Cinta Muniroh Faruk.

Yang aku maksud disini membahas tentang gemerlapnya dunia para pemuda-pemudi yang sering mengalami jatuh dan bangun oleh lika-liku cinta, Ciyaaa…

Baca juga : Bukan jatuh cinta, tapi membangun cinta

Kenapa harus takut jatuh cinta? Kenapa juga takut jomblo lama-lama ??? Emang jomblo segitu hina nya yaaa hahhahahhaha:D

Yang buat artikel ini sungguh ngawur, mana ada sih orang yang takut jatuh cinta!. Cinta kan cukup hanya dengan menjalaninya saja kan?.

Iya sih, cuma ada sebagian orang yang merasa takut untuk jatuh cinta, entah karena luka yang telah lama terpendam dalam hatinya, atau karena takut dengan kepahitan kenyataan akan cinta.

Dan mana ada yang takut jomblo lama-lama, kan pada dasarnya kita terlahir dari kejombloan yang luar biasa, wkwkwkwk. Kalo menurut kamu jomblo emang parahhhhhh banget, usaha dong temukan dia yang sesuai tipemu. Jangan Takut Jatuh Cinta, Jangan Takut Patah Hati. Karena jatuh cinta dan Patah hati itu sepaket. Berikan saja cintamu setulus hatimu agar kamu tidak pernah menyesal dan sakit nantinya. #Sepakat

Cinta itu memang identik dengan rasa bahagia, tapi bukan tak mengenal rasa luka dan derita. Karena pada dasarnya dunia ini mempunyai dua sisi yang bersebrangan, dimana ada hitam, pasti ada putih, ada bahagia dan ada pula kesedihan, pun juga ada rasa cinta dan ada rasa benci. Yah mungkin karena dua hal bersebrangan itu, membuat dunia berada pada titik yang seimbang (Yin dan Yang).

So, Ngapain takut untuk jatuh cinta?

Baca juga : Jika kamu masih Jomblo, Type Jomblo seperti apa sih kamu?

Jatuh Cinta itu Sebuah Anugerah

Perlu Di ketahui, Cinta itu merupakan titisan dari sifatnya Tuhan yang diturunkan hanya untuk manusia. Karena cinta itu identik dengan rasa sayang berlebih dan rasa ingin memiliki. Cinta itu identik dengan ke-egoisan, karena Cinta itu dipenuhi rasa cemburu ketika yang dicintainya berpaling darinya.

Kalau gitu, bagaimana kalau Tuhan yang selalu mencintai mahluknya (terutama manusia) akan tetapi yang dicintainya malah jarang mengingat-Nya. Nah loh!!!!. Bagaimana kalau Tuhan cemburu dan menghilangkan nyawa kita, atau lebih buruk lagi, tidak menganggap kita sebagai makhluknya. Nah loh, mau hidup dimana, kalau sudah kayak gitu?. Astaghfirullah hal adzim

Manusia jatuh cinta, itu sebuah Anugerah dari Tuhan. Karena hanya Manusia yang memiliki sifat tersebut. Malaikatpun hanya memiliki sifat patuh, bukan Cinta seperti kita. Jadi jangan takut untuk jatuh cinta, karena memiliki sebuah cinta adalah anugerah terindah, apalagi cinta itu bersambut pada seseorang yang disukainya. Hmm itu luar biasa indah.

Bayangkan kalau Cinta kita Ke Allah dan Rosulnya bersambut juga. Hayooo, mau apa lagi coba, Dunia dan seisinya ini tak lebih indah dari penerimaan Cinta kita ke Allah dan Rosulnya.

Jatuh Cinta Itu Normal Untuk Ukuran Manusia

Harusnya kita nyadar bahwa manusia itu butuh cinta, Tak hanya butuh uang saja,wkwkwkw. Cinta juga termasuk kebutuhan dalam hidup, seperti cinta pada hobby, cinta pada makanan dan cinta-cinta yang lainnya.

Dengan mencintai, seharusnya kita bisa lebih bersemangat untuk melakukan suatu hal. Tak mungkin kita bisa menikmati permainan sepak bola kalau kita tidak mencintai olaraga tersebut. Begitu juga mencintai pasangan, bagaimana kita bisa menikmati pasangan kalau tidak mencintainya, *Eh… 😛 Halah.. abaikan yang ini.

Perasaan cinta pada lawan jenis, membuat kita semakin ingin merasa hidup lebih lama. Nggak percaya?, coba lihat film drama korea berjudul Goblin. Inti ceritanya itu, Si Goblin yang dikutuk Dewa tidak bisa mati, harus bertemu orang yang ditakdirkan menjadi pengantinnya, yang tak lain merupakan takdir untuk kematiannya sendiri.

Yang pada awalnya si Goblin ini hanya bercita-cita menemukan pengantinnya agar bisa lenyap dari dunia, justru dengan adanya rasa cinta tersebut, membuat dia mengurungkan untuk mati lebih cepat dan memutuskan untuk bisa berlama-lama dengan pengantin tersebut.

Jadi normal banget kalau kita jatuh cinta pada seseorang, biar hidup kita lebih hidup dan menjadi manusia yang seyogya-nya manusia.

Baca juga : Point penting bagi Pria saat pedekate pada Wanita

Jatuh Cinta Itu Tak Melulu Tentang Bahagia

Mungkin gara-gara ini, orang jadi takut untuk jatuh cinta. Karena cinta tak melulu soal bahagia, tapi juga tentang kesedihan.

Banyak para single yang bergumam tentang kesedihan akan cinta, entah itu ditolak atau cinta hanya bertepuk sebelah tangan. Tapi itu masih mending, yang susah itu ketika cinta sudah terlambat untuk diutarakan dan kita masih memendam rasa penyesalan. #Jleb….

Jatuh cinta itu harus rela tersakiti, mungkin itu yang bisa dinamakan pengorbanan diri. Mencintai itu tak lantas hanya bilang “Aku cinta kamu, Saranghaeo, atau I love you”. Tak cukup hanya sesederhana kata itu.

Cinta itu butuh pembuktian dengan saling memahami karakter masing-masing, saling mengerti segala perbedaan, saling menjaga hati masing-masing  dan saling membahagiakan.

Jadi jangan taku perihal patah hati dan terluka akan cinta, karena seperti yang aku bilang tadi, Jatuh cinta dan Patah hati itu sepaket. Jika kita jalani cinta yang ada dengan rasa ikhlas, biarpun orang yang kita cintai itu pada akhirnya meninggalkan kita, InsyaAllah luka itu tidak begitu sakit jika kita mengerti tujuan dari adanya luka.

Karena pada dasarnya setiap luka yang ada akan menjadi pelajaran berharga buat kita dan juga cara kita mengetahui bahagia yang sebenarnya tentu saja dengan melewati luka tersebut.

****

Jatuh cinta itu indah, bahkan patah hatipun akan terasa indah pada waktunya. Jadi, nikmati saja perjalanan takdir kita masing-masing dengan senyuman.

Hidup memang tak melulu tentang bahagia, kita serasa berada di roller coster, kadang diatas dan kadang di bawah. Yang kita perlu hanya cukup dengan menikmati semua dengan sabar dan ikhlas.

So, Bagaimana kawan? Masih merasa takut untuk jatuh cinta?

Iklan

30 pemikiran pada “Mengapa Harus Takut Dengan Jatuh Cinta

  1. Ping balik: Apa Salahnya Jatuh Cinta? | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s