Puasa Dan Logikanya Rasa Lapar


Hikmah Puasa Sunnah - Puasa dan rasa lapar

Hikmah Puasa Sunnah

Hai kawan…

Sudah hari kamis, hari penuh berkah katanya banyak orang. Hari kamis juga, dikhususkan bagi kebanyakan orang untuk beribadah sunnah pada hari tersebut. Dari Puasa sunnah hari kamis, Ziarah ke makam sanak keluarga, Tahlilan ataupun Malam jum’at bagi yang sudah berkeluarga, Eaahhh.. Yang single pasti lagi senyum-senyum dengan sedikit nyengir saat baca “malam Jum’at” ✌✌.

Oke, Bagaimana kabar malam jum’at hari ini?

Eh…, salah. Maafkan… 🙏 😛

Bagaimana kabar hari kamis ini? Apa dipenuhi dengan suka cita?. Semoga begitu

Apakah ada yang puasa sunnah hari ini? Kalau tidak, berarti kita sama, wkkwkwk :P.

Judul kali ini tentang logika rasa lapar dan puasa, eh kebalik ya.., eh,sama aja ding…

Sebenarnya yang aku bahas kali ini tentang curhatku mengenahi rasa lapar. Lapar memang gejala alamiah. Tubuh manusia membutuhkan bahan makanan yang dapat diolah untuk menggantikan energi yang keluar demi berlangsungnya kehidupan.

Normalnya, kebanyakan orang Indonesia, terutama yang hidup di desa, makan perharinya biasanya 3 kali sehari. Pagi, siang dan sore/malam. Sama halnya dengan diriku, yang mengunakan kebiasaan makan orang desa. Bedanya, aku jarang makan berlebih (porsi kecil). Jika emang ingin nambah, aku nambah sedikit hanya untuk menghabiskan sisa lauk yang masih ada.

Cuma, kebiasaan makan saat di perusahaan yang membuat pola makanku berubah. Tiap pagi aku selalu menyempatkan sarapan dan aku sangat berterima kasih kepada istri dan ibuku yang sama-sama menyiapkan sarapan buatku dan keluargaku tiap harinya.♥♥

Begitupun saat siang, sejak kecil aku sudah terbiasa makan siang di atas jam 12 siang. Tapi gegara menghabiskan waktu 8 jam tiap hari di perusahaan, jadi pola makanku berubah ngikutin keadaan. Aku sudah terbiasa makan siang jam setengah 10 setelah bel istirahat 15 menit, dengan cara makan bersama dengan teman-teman satu line produksi.

Dan pada bel istirahat kedua, jam 12 siang. Aku terkadang hanya beli minuman atau tiduran di musholla perusahaan. Jadi gegara kebiasaan tersebut, disaat liburan berada dirumah, aku terbawa kebiasaan untuk makan siang jam 10.

Sepertinya ada rasa lapar berlebih saat jam segitu, Kata guruku, makan yang paling baik adalah makan teratur, terutama saat perut sudah keroncongan perlu di isi dengan makanan. Jadi ya aku makan jam segitu deh.

Begitupun saat makan malam, makan yang seharusnya sekitar habis maghrib, karena kebiasaan makan jam kerja kayak gitu, akhirnya makan malam mundur jadi makan sore sekitar jam 4. Tapi ya alhamdulillah, perut tidak keroncongan saat malam menjelang tidur tiba.

Dan Anehnya, Jika keadaan di buat untuk Puasa, Kebiasaan itu menjadi sirna, *ya iya lah, masak ada buka jam 10 siang.

Bukan tentang makan jam 10 yang aku bahas, tapi rasa lapar itu yang sirna jika tubuh di buat untuk berpuasa. Itu logika yang tak masuk akal tapi bisa terjadi begitu saja.

Luar biasanya Puasa Sunnah

Logikanya saja, aku sarapan lebih pagi kalau lagi puasa, begitupun saat siang juga tidak makan dan minum. Harusnya aku sudah terasa lapar sejak sebelum dhuhur, tapi kenyataanya Aku biasanya mulai terasa lapar saat sudah menjelang maghrib.

Secara logika juga, tubuhku juga mengeluarkan energi yang sama ketika tidak sedang puasa. Tapi herannya kenapa disetiap jam 10, kok terasa lapar saat tidak puasa, sedangkan disaat puasa, justru tidak terasa sama sekali?

Puasa itu luar biasa. Banyak manfaat dan rahasia yang bisa terkuak disaat kita menjalaninya. Ya terutama bisa tidak merasakan lapar itu salah satunya. Aku juga pernah sembuh dari kebutaan juga karena Puasa di bulan Ramadhan.

Percaya tidak percaya, memang begitulah kenyataannya. Saat Dokter dan obat-obatan tidak bisa mengobati dan meyembuhkan, apalagi mengobati patah hati, maka berpuasalah… 😇😇

Iklan

28 pemikiran pada “Puasa Dan Logikanya Rasa Lapar

  1. Udah praktik nih logika puasa. Terutama ketika tidak punya uang dan ga ada persediaan makanan di kosan. Mau tidak mau afirmasi logika puasa saya injeksikan ke pikiran sadar dan bawah sadar. 😬 #mindhacking

    Disukai oleh 1 orang

    • Aku juga pernah bang, hampir sebulan kayak gitu saat awal merantau ke surabaya…
      Yang penting niat puasa, kalau nggak kuat, aku makan jajan aja pas dhuhur, tapi kebanyakan nyampe maghrib saat itu

      Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Beberapa Makanan Ta’jil Favorit Saat Bulan Ramadhan | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s