Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik


Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik

image edit by peridiri.com

Hai Kawan.

Setelah lama nimbrung di WordPress ini, aku sedikit menyadari bahwa tujuan setiap orang membuat blog itu sangat beragam.

Ada yang fokus dengan mengejar pundi-pundi uang, ada juga yang iseng nulis curhatan untuk mengurangi beban dipikiran, dan juga, ada yang ingin belajar untuk lebih bermanfaat melalui tulisan yang dia buat.

Kalau kalian?, tujuannya apa menulis di blog itu?

Apapun itu, semoga hal baik yang selalu kita dapat dari hasil jerih payah kita.

Tapi ada satu tujuan yang selalu sama diinginkan oleh setiap pembuat blog, yaitu Agar tulisan yang dibuat “Di BACA” oleh orang lain. Terkecuali blogger yang membuat private blognya.

Semua blogger selalu mempunyai keinginan agar artikel yang mereka buat bisa dibaca oleh banyak, lebih banyak, dan sangat banyak orang. Itu hal wajar sebenarnya.

Toh, bukankah kita menulis sesuatu di Blog agar orang lain bisa membacanya kan!.

Terlepas dari sedikit banyak statistik kunjungan tiap hari, atau banyaknya komentar dan like yang masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana orang yang membaca menikmati apa yang kita sajikan.

Apalagi kalau kita menyajikan sesuatu artikel yang bermanfaat, seperti “cara mengembalikan data yang di enkripsi oleh virus Ransomware” Itu Amazing banget.

Atau artikel tentang cara “Flash Handphone Android” dan sebagainya.

Tapi dari yang pernah aku lihat, banyak artikel yang seharusnya sangat menarik karena artikelnya cukup berfaedah.

Akan tetapi artikel tersebut tenggelam begitu saja tanpa terlihat ada komentar dan like di artikel tersebut. Kadang cuma ada likenya tanpa sebuah komentar.

Memang tidak semua orang suka membaca,

  1. Ada yang membaca judulnya saja baru tekan “like”.
  2. Ada yang baca bagian atas artikel dan akhir artikelnya saja
  3. Ada juga yang baca seluruh artikel, tapi tanpa meninggalkan jejak berupa komentar atau like
  4. Ada juga yang baca seluruh artikel dan memberi tanggapan komentar yang sesuai
  5. Dan ada juga yang lihat judulnya dan akhiran kalimat di artikel, dan memberi komentar ikut seperti komentar di atasnya.

Semua itu tidak ada yang salah, sebagai pembaca, terserah kita mau beri like, beri komentar, baca cuma setengah dan sebagainya.

Tapi sebagai penulis artikel, besar harapan agar artikelnya dibaca secara utuh dan kalau perlu di amalkan seperti yang tersirat di artikel.

Kita abaikan tentang like dan komentar yang masuk. Karena sebagian tujuan kita menulis tentu agar artikel yang kita buat di baca dan dipahami, kalau perlu bisa bermanfaat bagi yang membaca.

Dengan memahami bahwa tidak semua orang suka membaca, maka sebagai penulis, kita harus mencari cara bagaimana agar artikel kita di baca oleh orang lain secara penuh.

Kita sudah capek-capek menulis artikel, tapi tidak ada yang baca.

Sudah belajar SEO, tapi tidak ada yang berkunjung ke Blog

Sebenarnya bukan SEO nya yang salah, bisa jadi artikel yang anda buat yang bermasalah.

Bukan karena isinya yang tak berbobot atau gimana. Bukan kontennya yang kurang menarik.

Tapi bagaimana Anda menyajikannya?

Banyak loh, penulis yang menulis artikel curhatan tiap hari, tapi justru mendapat banyak komentar dan like tiap dia update.

Oke, semua itu bisa terjadi karena banyak faktor

  1. folowernya banyak dan sudah akrab dengan folowernya.
  2. Bisa jadi karena dia sering blogwalking mengunjungi blog folowernya.
  3. Artikel yang dibuatnya memang mengundang pembaca untuk berlama-lama berkunjung di blognya.

Dari point ketiga, itu yang harus kita pelajari lebih dalam adalah: Bagaimana menciptakan artikel yang disajikan secara menarik dan membuat betah pembaca yang mengunjunginya.

Pahami Karakter Calon Pembaca

Calon pembaca bisa terdiri dari anak-anak, remaja, setengah baya, orang dewasa (tua), Pria dan Wanita.

Kita harus pelajari setiap kita membuat artikel ini ditujukan untuk siapa? Beda topik, peminatnya juga beda.

Jika kita membuat artikel “Ilmu Islam dan Hukum” tentu pembacanya adalah orang dewasa yang paham ilmu dan hukum. Kalau tentang “cinta” pasti yang baca sekitaran remaja.

Tentu untuk menulis artikel “hukum” dan artikel “Cinta” kita harus membedakan cara nulisnya.

Kenapa harus dibedakan sesuai karakter pembacanya?

Tujuannya simple, agar artikel lebih mudah dibaca sesuai karakter pembacanya, Dan tentu agar pembaca tidak bosan.

Contohnya gini, kita membuat artikel tentang “Cinta” yang pada umumnya pembacanya adalah anak muda.

Jika gaya penulisan kita kaku dan sesuai EYD banget. Pasti pembacanya akan bosan dan tidak menikmati membaca artikel tersebut.

Beda jika kita menuliskan artikel “Cinta” itu dengan gaya penulisan yang santai, pakai sedikit goyonan yang disukai oleh kebanyakan anak muda. Pasti artikel kita akan disukai dan bisa jadi dishare ke media sosial.

Gunakan Font Huruf Yang Mudah Dibaca

Artikelnya menarik, tapi SUSAH di baca?

Percuma, Pasti di abaikan!

Coba deh bayangkan, kita menemukan judul artikel yang menarik, tapi

  • Hurufnya terlalu kecil
  • Memakai Font yang susah dibaca
  • Terlalu banyak tautan link

Semenarik apapun isi artikelnya, kalau tidak terbaca juga percuma.

Mungkin kalau di reader aplikasi WordPress, semua huruf akan terbaca sama, tapi tidak untuk di Web.

Apa artikel yang kamu buat, kamu khususkan hanya untuk pengguna aplikasi WordPress?

Tentu saja tidak kan.

Tidak semua orang semuda kita, tidak semua orang mempunyai penglihatan yang sama seperti kita.

Jadi berhenti menyiksa mereka.

Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik

Source image by AnneAhira.com

Gunakan font yang lebih mudah dibaca dan standartkan ukuran huruf agar bisa di baca oleh semua orang.

Menulis Blog Bukan Seperti Menulis Novel

“Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok”.

Kira-kira begitu yang aku pelajari di pelajaran bahasa Indonesia saat di sekolah. Dan itu bagus saat disekolah.

Tapi tidak untuk di Blog.

Kenapa?

Karena paragraf yang terlalu banyak tulisan, menyebabkan mata lelah saat membacanya.

Jangan bandingkan membaca blog sama seperti membaca novel dan koran.

Novel dan koran dibaca untuk dinikmati di waktu senggang dan kita membaca tersebut memang dengan fokus.

Tapi tidak untuk blog.

Di internet, orang-orang kebanyakan ingin bergerak dengan cepat dari Blog A ke Blog B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata.

Terkecuali ketika pembaca menemukan sesuatu yang dicari dari artikel yang kita buat.

Coba perhatikan gambar di bawah ini:

Lebih enak mana, baca yang kiri atau yang kanan?.

Pasti yang kanan.

Jika kita menyajikan tulisan kita seperti format pada koran atau novel. Pasti dari lihat di awalnya aja, sudah membuat mata lelah, apalagi saat membacanya. Terutama bagi yang tidak begitu suka baca.

Kita harus paham, mungkin kalau yang berkunjung sesama blogger, mereka memang kebanyakan hobi menulis dan membaca.

Tapi kalau yang berkunjung adalah orang lain yang tidak sengaja menemukan blog kita melalui search engine, apakah mereka juga suka baca?

Jadi buatlah seakan-akan artikel yang kita buat itu untuk orang umum, sekiranya menjadi Human friendly. Yang membuat pembacanya menikmati saat berkunjung ke blog kita.

Manjakanlah Pembaca

Tidak semua orang menyukai membaca secara fokus pada tulisan panjang. Banyak diantara pembaca yang lebih suka membaca point-pointnya saja.

Bahkan ada juga yang memutuskan untuk membaca kesimpulannya saja di bagian terakhir artikel. Dan itu sah-sah saja.

Pembaca adalah raja, sedangkan kita para penulis merupakan pendongeng untuk menyenangkan raja.

Jika si rajanya sudah tidak tertarik dengan cerita yang terlalu panjang dan berbelit-belit, bagaimana kita bisa menyenangkan raja?

Ada beberapa cara untuk mengakali pembaca seperti itu agar tetap mendapat ide pokok dari yang kita tulis.

Yang pertama Dengan Menambahkan Gambar.

Ingat, tidak semua orang menyukai Novel, ada sebagian orang yang lebih suka menonton filmnya ketimbang membaca novelnya.

Dan ada juga sebagian orang yang memutuskan untuk menyukai Komik. Tanpa harus baca cerita yang panjang, dengan melihat gambarnya saja, kita bisa menafsirkan kejadiannya seperti apa.

Sama halnya dengan menambahkan gambar di artikel. Gambar dalam artikel untuk menerangkan konsep yang susah dijelaskan hanya dengan tulisan. Seperti gambar panduan, atau grafick dan sebagainya.

Gambar juga bisa sebagai lintasan untuk keyword gambar di search engine.

Dan gambar juga sebagai pemanis, agar tampilan blog lebih menarik.

Cara lain, bisa Menambahkan Sub Header

Cara ini cukup efektif untuk memisah point-point penting dalam membuat artikel.

Dengan cara ini, pembaca akan mengetahui point dari sebuah artikel tanpa perlu membaca lsepenuhnya.dan juga, dengan cara ini memudahkan pembaca untuk mengerti dari artikel yang kita buat.

Menambahkan Sub header juga untuk membuat artikel yang panjang, menjadi lebih ringkas dan menarik untuk di baca.

Dengan demikian, calon pembaca tidak perlu mengerutkan dahinya saat melihat artikel panjang yang lebih dari 1500 kata.

Baca juga : Cara memotivasi diri untuk tetap konsisten dalam menulis

****

Jadi kesimpulannya, Artikel yang baik bukan karena artikel tersebut berada di page pertama google.

Juga bukan karena artikelnya sangat panjang dan komplek dengan pembahasan kata-kata yang sangat menarik.

Tapi, artikel yang baik itu memanjakan dan memudahkan pembacanya untuk memahami isi dari artikel tersebut .

 

#RuangObrol #Ruangblogger #Obrolin

Ainur Irawan

Iklan

43 pemikiran pada “Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik

  1. Saya tadinya mau ngepost tulisan super panjang, tapi setelah baca ini jadi mikir buat memotong tulisan menjadi beberapa bagian. terima kasih tulisannya mas Nur 😀

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Beberapa Sumber Inspirasi Untuk Menghasilkan  Ide Dalam Membuat Artikel | Pennadiri

  3. Ping balik: Tips Bagaimana Agar Mendapat Ribuan Like Dan Komentar di Blog | Pennadiri

  4. Ping balik: Tips Agar Blog Baru di WordPress Cepat Dikenal Oleh Pengunjung Dan Juga Cepat Terindex Oleh Google | Pennadiri

  5. Ping balik: Mengoptimalkan Blog WordPress Dengan Cara Sederhana | Pennadiri

  6. Ping balik: Mempertimbangkan Widget Yang Penting Di Pasang Di Blog WordPress | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s