Cinta Itu Butuh Pengorbanan


Cinta itu Pengorbanan atau tidak?

Berkorban atau jadi korban

Pengorbanan adalah menyerahkan sesuatu yang berharga untuk mendapatkan atau menjaga hal lain.

Kalau menurut kalian, apakah cinta itu butuh pengorbanan?

Kalau untuk aku sih, iya banget. Cinta memang harus ada pengorbanan.

Jangan membicarakan cinta, Untuk hidup saja, kita harus rela berkorban untuk mendapatkan kehidupan itu sendiri.

Seperti bekerja tiap hari, itu untuk apa?

Untuk memenuhi kebutuhan kan!.

Dari untuk makan, untuk beli rokok, untuk beli camilan, membayar tagihan, ataupun untuk menyenangkan hati seseorang. Semua itu butuh pengorbanan.

Menulispun juga sama, ada banyak yang dikorbankan untuk menjadikan sebuah ide menjadi sebuah tulisan yang tersirat.

Dari meluangkan waktu saat kerja, memanfaatkan insomnia untuk menulis, dan sebagaimya

Begitu juga membicarakan soal cinta.

Menurut Wikipedia, Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.

Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Baca juga : Arti cinta sejati

Cinta Itu Butuh Pengorbanan

Yah, rasanya wajib kalau cinta itu butuh pengorbanan.

Menerima dengan ikhlas sebuah kekurangan pasangan juga termasuk pengorbanan.

Cinta itu identik dengan egois dan memaksa, mau tidak mau ketika orang jatuh cinta pada seseorang, setiap katanya adalah titah baginya. Dan dari situ pengorbanan mulai dijalankan untuk sebuah tujuan.

Tujuannya sih simple, Untuk bahagia bersama

Dan untuk mencapai bahagia bersama itu yang memang harus di perjuangkan.

Kalau Bukan Kamu Yang Berkorban, Yah Bersiaplah Jadi Korban

Seperti kata kawan blogger Rifa Roazah

“Hidupmu bukan magis yang lantas berisi hal-hal manis”.

Hidup itu tak selalu manis seperti bayangan angan-anganmu. Semua tak selalu sesuai perhitunganmu dan hidup ini tak selalu sama dengan perencanaanmu.

Hidup itu seperti roller coster, kadang kita di atas dan kadang pula kita di bawah.

Jadi kalau bukan kamu yang berkorban, yah bersiaplah jadi korban.

Kadang  cinta itu selalu mampu memaksa orang yang jatuh cinta, untuk berkorban pada orang yang kamu cintai.

Masalahnya, terkadang pengorbanan tak sebanding dengan hasil yang di korbankan

Seperti itulah kebanyakan yang terjadi di luar sana, kadang orang yang kamu cintai tidak tau betapa besar pengorbanan yang telah kamu korbankan, lalu dengan seenaknya meninggalkan begitu saja.

Dan Itu tidak salah!

Karena cinta memang butuh pengorbanan, bukan?

Hanya saja, mungkin kita salah bagaimana mengartikan pengorbanan yang sebenarnya.

Atau mungkin, dengan menjadi korban, kita bisa belajar banyak hal dari rasa keterpurukan.

Biarpun itu sakit,

Biarpun itu perih,

Tak ada yang sia-sia dalam pengorbanan, Tuhan punya cara tersendiri dalam mengarahkan hambanya kepada yang benar.

Baca juga : Cinta itu harus rela tersakiti, Agar bisa memahami cinta yang sebenarnya

Pastikan Pengorbananmu Itu Sepadan

Sebaiknya, kita harus tau apa yang kita korbankan itu sebanding dengan yang kita dapatkan.

Pengorbanan akan cinta itu perlu, tapi jangan bertindak sebodoh itu.

Kita harus tau, mana yang pantas untuk dikorbankan dan mana yang tidak.

Tidak jadi masalah kalau hanya sebuah materi berupa uang dikorbankan untuk membahagiakan hati pasangan, bagiku itu sah-sah saja.

Tapi jangan lupa, kalau kamu juga berhak untuk mendapatkan uang untuk makan.

Bukan hal gila, kalau kita berkorban untuk mendekati hati pasangan, walau jaraknya dari Bondowoso ke Bandar lampung.

Justru itu perlu, untuk menarik simpati pasangan.

Saat merasa perlu untuk berkorban, cobalah untuk tidak pernah mengorbankan kebahagiaanmu demi orang lain. Cinta memang butuh pengorbanan, tapi kebahagiaanmu juga layak diperjuangkan.

Jika kamu mulai merasa pengorbanan yang kamu lakukan cukup besar, pastikan kamu dan pasangan telah memiliki nilai dan tujuan yang sepadan untuk diperjuangkan.

Upayakan untuk selalu mengutarakan perasaan dengan jujur mengenai apa yang dapat kamu korbankan dan apa yang tidak.

Jika kamu berkorban tidak masuk kerja 2 hari untuk menemani pacar liburan lantaran kamu takut dia marah. Dan ujungnya kamu di beri peringatan sama perusahaan.

Terus siapa yang rugi?

Jadi ingat selalu

Cinta memang butuh pengorbanan, tapi kebahagiaanmu juga layak diperjuangkan.

So, Be smart,

Be Creative,

And Be Happy with love

 

#RuangObrol #Ruangblogger #SaveAgitdanJay #Obrolin

Ainur Irawan

Iklan

38 pemikiran pada “Cinta Itu Butuh Pengorbanan

  1. Saya ini manusia yg paling malas berkorban. Soalnya hasilnya masih tidak pasti. Terutama jika digoda untuk berkorban yang mengatasnamakan cinta. Karena itu merupakan bentuk intimidasi yg kesuksesannya sangat besar untuk memanipulasi orang lain.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Haha…yg pasti asal jngan berkorban secara membabibuta sih nurut saya. Cinta itu emang butuh pngorbanan, klo gak ada yg rela berkorban memasak di dapur, mna mungkin ada mkanan tersedia.

    Bgtupun klo gak ada yg rela nulis blog tiap hari, mka pak ada tulisan yg bisa dibaca dong ya, tpi itu tadi, asal jngan nilai pngorbnannya gak spdan dh hasilnya.

    Sya stuju hrus cerdas, kreatif dan bhgia

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping balik: Draf ke-200 Yang Sudah Di Publish | Pennadiri

  4. Ping balik: Jika Jodoh Adalah Cerminan Diri, Berarti Cukup Mempelajari Sifat Cerminkan? | Pennadiri

  5. Ping balik: Pentingnya Untuk Tidak Merokok, Syarat Bagi Yang Mencari Pasangan | Pennadiri

  6. Ping balik: Hukum Melombakan Burung Dara Itu Dosa Atau Tidak Sih? | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s