Masalah Tinggi Badan Dan Berat Badan


Tadi malam, obrolah di chat Ruang Blogger sangat menyenangkan sekali. Hanya ditinggal beberapa detik saja untuk mengambil air minum di dapur, notifikasi di Group udah nyampai angka 30 an.

Itu masih baru ke dapur tuh, gimana kalau ditinggal tidur, atau sengaja tidak dibuka sama sekali. Mungkin bisa ribuan.

Yang dibicarakan sih tidak begitu penting, ada yang curhat tentang mantan, ada yang pamer foto anak pesantren, dan ada juga yang menyelidiki anak-anak hamster itu dari perkawinan yang sah atau bukan?.

Tapi ada yang lagi seru tadi malam, yaitu tentang list tinggi dan berat badan anggota Group Katakawan . Entah ide gila siapa tuh yang mensurvei tinggi badan orang.

Kan tabu banget.

Apalagi kalau yang ditanya itu cewek, pasti akan berpikir 8,5 kali untuk menjawab pertanyaan atau list konyol seperti itu.

Terjadi perbincangan yang cukup lama saat membahas list tinggi badan itu.

List Tinggi badan Katakawan

List Tinggi badan di Group Katakawan

Untuk para cowok sih, cukup pede melantangkan tinggi badan dan berat badannya di list tersebut. Tapi untuk cewek, mereka masih berbelit-belit untuk mengutarakan hal yang sebenarnya.

Akhirnya, beberapa kali terjadi tebak-tebakan tinggi badan dan berat badan, Dengan mengira-ngira foto yang sudah tersebar di Group.

Hasilnya tetap sama.

Para cewek β€œNasakom”(Mereka menyebut diri mereka Nasakom yang berarti tingginya nggak sampai 1,5 meter), tetap enggan untuk menyebutkan angka-angka tabu tersebut.

Apa susahnya sih, menyebutkan tinggi dan berat badan?

Apa ada efek kalau menyebutkan tinggi badan dan berat badan, berarti telah menjauhkan diri dari jodoh?

Enggak kan…

Enak – Nggak Enaknya Cewek Tinggi dan Cewek Mungil

Enaknya cewek tinggi itu, kalau jalan-jalan di mall pas lagi SALE. Disaat cewek yang tidak begitu tinggi lari sekuat tenaga dengan kaki kecilnya, dan menghabiskan 200 langkah menuju tempat SALE. Dan itu dengan susah payah sampai berkeringat.Β πŸ€¦β€β™€πŸ€¦β€β™€

Sedangkan cewek tinggi hanya butuh 100 langkah untuk sampai kesana. dan melakukannya dengan jalan penuh gaya πŸ’ƒπŸ’ƒ.

Begitupun saat berada di perpustakaan. Cewek tinggi tidak perlu bantuan untuk mengambil buku di rak paling atas, kalau cewek mungil, bisa di bayangkan ngambilnya bisa dengan manjat rak atau lompat-lompat sampai bosan.

Tapi, menjadi cewek mungil juga tidak ada salahnya.

Anggap saja saat berada di perpustakaan tadi. Setelah bosan dengan loncat-loncat untuk mengambil buku. Dan akhirnya putus asa dengan itu.

Tiba-tiba ada cowok ganteng kayak oppa yang di korea, yang dengan senang hati mengambilkan buku tersebut. Dan yang paling penting, si cowok ini tidak berkeringan di ketiaknya #AngkatTanganmuShaggy

Begitu juga saat dikejar preman, Cewek mungil lebih mudah ngumpet ketimbang cewek tinggi. Postur tubuh cewek tinggi tidak cocok untuk permainan petak umpet. Sedangkan cewek mungil, tubuhnya cukup fleksibel untuk bisa di masukkan kedalam koper. πŸ˜›

Mungkin gegara itu, cewek mungil cukup pandai mengumpetkan tinggi badannya saat ditanya β€œBerapa tinggi dan berat badanmu?”

Lebih Pilih Mana, Cewek Tinggi Atau Cewek Mungil?

Source image by Stocksnap.io

Kalau aku sih, mending cewek mungil.. 😘😘

Hidup cewek mungil…. #SaveIstriMungil

Alasannya sih mudah, karena aku terlanjur jatuh cinta dengan istriku yang mungil itu. 😍😍

Sebenarnya, dari beberapa cewek yang pernah dekat denganku, kebanyakan bertubuh mungil. Entah memang typeku adalah cewek-cewek bertubuh tidak tinggi atau memang kebanyakan cowok tinggi itu lebih menyukai cewek mungil. Entahlah, mungkin itu udah Takdir.

Pernah juga aku membahas di blog ini tentang menariknya cewek yang bertubuh mungil.

Bukan masalah cewek itu tinggi atau tidak. Bukan masalah cowok mempunyai target untuk mencari pasangan yang tinggi. Bukan masalah cewek tinggi itu aduhai atau cewek mungils itu lebih awet muda.

Semua itu tergantung pada Takdir yang membawa mereka masing-masing untuk menemukan jodohnya.

Kalau udah ditakdirkan Tuhan mempunyai pasangan mungil, mau apa hayo?

Mau protes?

Atau buat Claim?

Cari dimana coba Form Claim ke Tuhan?

Lagian kalau udah cinta, Seberapapun kekurangan dia, pasti langsung diterima dengan akad mas kawin hafal surat An-Naas dan Al-Ikhlas dibaca Tartil #Tsah

Idealnya Tinggi dan Berat Badan Cewek Itu Seperti Apa?

Ideal itu relatif kalau menurutku. Ideal juga masalahΒ sudut pandang.

Mau cewek tingginya sampai 180 cm dan punya suami yang tingginya cuma 150 cm, terus kamu mau ngapain? Protes! Atau ngiri dengan ketidak adilan versi mu?

Dalam cinta, tinggi dan rendah itu sama, kaya dan miskin juga sama.

Sama-sama bisa berdusta dan berkhianat atau sama-sama setia.

Sama-sama bisa saling melukai atau sama-sama bisa berbahagia bersama.

Kalau aku sih, Idealnya tinggi dan berat cewek itu tidak terlalu penting.

Yang penting dia cinta dan setia, juga pandai merawat tubuh dan menjaga aurotnya hanya untuk suaminya tercinta saja.

😍😍😘😘

#Ruang Blogger #Ruang Obrol #Obrolin

Ainur Irawan

Iklan

44 pemikiran pada “Masalah Tinggi Badan Dan Berat Badan

  1. Tuh kan bener langsung lahir tulisan ini.. πŸ˜…

    Ah yang ngambil buku di rak perpus itu kok aku belum nemu ya. Dulu mesti terpaksa ngambil kursi buat manjat dan ngambil buku πŸ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ketertarikan fisik mah relatif mas.. 😁

    Tapi aku pribadi lebih suka cewek yang langsing sih mas.. secara badanku kan sedikit tambun.. jadi biar saling melengkapi.. 😁

    Tapi terkadang cewek2 yang kecil2 imut ini ada auranya tersendiri juga mas.. 😁

    Disukai oleh 1 orang

  3. saat saya membaca salah satu pesan pada WA grup dan ada tulisan :nasakom”, saya langsung bertanya-tanya mengapa membahas nasakom. Setelah discroll ternyata artinya nasib sekitar satu koma lima he…he….Dan maaf sy tidak mengisi listnya, bukan karena tidak pede,tp tak ada pengaruhnya untuk anggota yg lain. kalau yg cewek2 mungkin bisa jadi pertimbangan dalam PDKT ya…he…he….mf

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ahaha..ramai juga tu chat ya, jdi pnsran saya. Mas Nur yg udah married suka bntu apa jahilin mreka yg msih jomblo sih? Seru tu kyaknya, 😁

    Betul, mas klo komparasinya bgtu. Yg terpnting itu cinta dan setia, bkn sbtas tinggi dan berat bdan

    Disukai oleh 1 orang

  5. dari jamanan SD sampai kemarin lulus SMA, aku kalau berteman selalu jadi yang paling pendek. padahal aku ngerasa tinggiku itu standar-standar aja. mungkin temen-temen aja yang ketinggian.. haha sampai berdoa gini kak, “Ya Alloh, sekalii aja, ana jadi yang paling tinggi..” dan Alhamdulillah dikabul πŸ™‚ waktu jadi OSIS bag sekretaris yg anggotanya 3 orang, aku jadi paling tinggi. yey!
    temen-temen perempuan suka bilang badan aku besar lah, gemukan lah. tapi temen-temen yang laki-laki malah bilang aku kecil kayak bocah.
    parahnya, ada adek kelas yang salah ngira aku adek kelasnya. duh, padahal aku udah lulus :’v
    yah, syukuri sajalah.. πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  6. Salah satu problem dari perempuan yang mungil(tinggi nggak sampai 160 kayak saya) adalah ketika tubuhnya mulai melar karena berbagai penyebab(pasca melahirkan, akibat ngemil ga beraturan, patah hati terus ngemil ga beraturan, keasikan nonton drakor sambil ngemil ga beraturan dll)
    Pada fase ini, terutama yang mau beli gamis atau dress pasti bingung. Palagi beli lewat olshop. Kalau beli yang kira2 panjangnya pas badan pasti nggak muat karena overweight. Tapi kalau beli yang muat pasti motong di segala penjuru terutama lengan sama bagian bawah dress biar nggak gedombrangan dan nyapu lantai.

    Yang terlalu ceking juga bermasalah pilih baju. Ponakan saya sampai lulus smk masih pakai baju ukuran anak smp. Mau nggaya pakai baju ukuran seusianya semua kedodoran.

    Tapi bener sih tinggi nggak tinggi nggak masalah. Kalau udah ketemu yang klik, semua bisa diabaikan.

    Btw… Di grup ada Toro juga? Toro mana nih mas? Rakun Kecil?

    Disukai oleh 1 orang

    • Nah itu, problematika sesudah menikah… jadi gemuk
      tapi kok menitik beratkan pada nyemil tidak beraturan sih bun..
      Dan, Alhamdulillah, Istriku nggak ikut melar sebagaimana kebanyakan wanita yang sudah melahirkan, walaupun untuk berat badan memang nambah ketimbang waktu single dulu.
      Ada kok bun, mungkin pas aku screenshoot belum ikut vote.
      bunda nggak pengen ikut di grub juga, itung-itung silaturohmi aja..
      kalau mau, chat aja arin, dia juga admin di Group itu

      Suka

  7. Ping balik: Nggak Enaknya Menjadi Wanita Bertubuh Mungil | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s