Pentingnya Untuk Tidak Merokok, Syarat Bagi Yang Mencari Pasangan


Source image by google

Merokok Membunuhmu

Yah seperti itulah, kata-kata peringatan yang ada pada sebungkus rokok.

Beberapa hari yang lalu, terjadi perbincangan yang menarik perihal rokok di Group RuangObrol. Aku cuma silent reader aja saat perbincangan itu terjadi.

Ceritanya, ada seorang cowok sebut saja initialnya Jay dan si Cewek initialnya Agit. Dalam perbincangan itu salah satu teman upload foto kopi dan rokok. Dan dari situlah drama dimulai.

Intinya dalam perbincangan itu, Syarat untuk jadi “Pasangan” adalah Tidak merokok. Sedangkan si jay ini adalah seorang perokok dan si Agit merupakan salah satu yang kontra dengan rokok.

“ Cari!!, calon suami yang tidak merokok, Jantungnya saja di rawat dan dijaga, apalagi kamu, Yah kan?”

Gambar di ambil dari Group RuangObrol

Yah sekilas gambar dengan kata-kata tersebut membuat si Jay mati kutu.

Sempat aku juga tertawa melihat gambar tersebut

Merokok itu adalah sebuah kebiasaan yang sulit di hilangkan, apalagi kalau lingkungan sekitarnya masih terselubung bau rokok. Maksudnya teman-temannya masih merokok.

Katanya, kebanyakan orang merokok itu biasanya untuk lebih mudah bersosialisasi. Sebenarnya, itu hanya alasan pembenaran diri saja.

Memang untuk bersosialisasi, dengan tema merokok itu cukup mudah untuk mengakrabkan diri, terutama saat mengawali pembicaraan atau sekedar menyapa dan basa-basi.

Seperti:

“mas, ada korek?” 

“monggo mas, ngeses dulu! (baca ngeses=merokok)”

dan sebagainya

Tapi, pengakraban diri seperti itu cuma berlaku sebatas bagi yang merokok saja.

Coba dengan cara yang sama, kamu mencoba mengakrabkan diri dengan wanita. Mungkin kamu akan di gampar saat menawarkan rokok ke dia.

Atau saat kamu berbicara dengan wanita, kemudian kamu berbicara dengan mengeluarkan asap dari mulut kemuka si wanita itu. Pasti kamu di gampar untuk kedua kalinya deh kalau melakukan hal itu.

Jadi yah memang tidak salah kalau “Tidak merokok” adalah syarat yang kebanyakan wanita inginkan dari seorang laki-laki.

Terus bagaimana nasib para single yang masih merokok!

Apa akan jadi Single selamanya… hahaha

Tenang, itu tidak sepenuhnya benar. Jodoh itu ditangan Tuhan. Dan jodoh tidak ada sangkut pautnya dengan rokok.

Tadi katanya “tidak merokok” adalah syarat untuk menjadi pasangan?

Yah, itu syarat yang diajukan oleh kebanyakan wanita, tapi bukan syarat wajib yang harus selalu dipenuhi oleh pria kan!. 😛

Baca juga : Jangan beranggapan tidak merokok, bisa membuat kamu cepat kaya

Cinta Itu Butuh Pengorbanan

Aku dan istriku ini sangat bertolak belakang perihal rokok. Aku yang berada di pihak Pro dan istri berada di pihak kontra.

Istriku sangat tidak menyukai aku saat merokok, dia mempunyai hidung yang kecil dan imut tapi fungsi indra penciumannya sangat tajam.

Bau rokok yang aku hisap selang 7 jam yang lalu, dan aku beberapa kali makan sesuatu . tapi istriku bisa mencium bau rokok yang aku hisap itu. Padahal aku sendiri saja tidak mencium ada bau rokok ditubuhku.

Terus bagaimana bisa menikah, padahal dari situ aja kelihatan kalau aku dan istri sangat tidak cocok.

Cinta itu butuh pengorbanan.

Yah, dulu sewaktu mau menikah, aku mencoba untuk tidak merokok saat itu. Dan aku berhasil hingga 1 tahun.

Terus kenapa sekarang merokok? Bukannya lebih enak tidak merokok?

Aku mempunyai alasan khusus untuk itu, intinya aku mulai merokok lagi.

Bagaimana dengan istri? Apa dia menyetujuinya?

Ya jelas tidak lah, tapi dia cukup mengerti dan akhirnya mengikhlaskan suaminya untuk merokok lagi. Dengan beberapa syarat tentunya.

Dari cerita ini, Bisa disimpulkan bahwa Cinta itu butuh pengorbanan, aku berkorban untuk tidak merokok untuk menyenangkan hati istri. Ketika aku sudah tidak bisa menahan, maka istrilah yang mengalah untuk kebaikan kita berdua.

Bukan masalah siapa yang melanggar janji atau egoisnya keinginan. Cinta itu butuh pengertian antara dua pihak. Suka atau tidak, kita mencoba untuk saling mengerti agar tidak saling menyakiti.

Dan Akhirnya,

Aku memutuskan hanya merokok saat tidak berada di hadapannya, mengusahakan agar tidak berbau rokok saat tidur dengannya dan yang paling penting untuk tetap selalu cinta dengan sepenuh hati kepadanya.

Jadi buat yang ingin mencari pasangan, jangan terlalu memaksa kehendak agar mendapat pasangan yang bebas dari rokok. Berharap dan berdoa sih boleh saja, tapi ketika jodoh di depan mata, aku sarankan jangan hanya memandang sebelah mata tentang kebiasaan buruk itu.

Merokok memang tidak baik bagi kesehatan, tapi belum tentu si perokok tidak baik bagi hati. Bisa saja laki-laki itu merupakan kado terindah dengan pahala yang luar biasa buat wanita yang bisa bersabar dengan ketidak suakaanya terhadap kebiasaan merokok suaminya. 🙂

******

#RuangObrol #Obrolin #SaveAgitAndJayAgain

Ainur Irawan

Iklan

40 pemikiran pada “Pentingnya Untuk Tidak Merokok, Syarat Bagi Yang Mencari Pasangan

  1. Hahaha, saya juga termasuk yang tidak suka rokok mas, gasuka asapnya sih lebih tepanya. Kasian pasangan saya kelak, kalau dia harus meninggalkan saya sendirian karena berumur pendek *eh 😂😂😂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Takdir (umur) itu wilayah-Nya Allaah kok.
    Wilayahnya manusia hanya usaha dan berdoa. 😀

    Semoga suamiku kelak mengerti, larangan merokok itu karna aku cinta dan peduli padanya. *Eaaaaaa

    🙂

    Disukai oleh 1 orang

  3. Aku udah pernah berhenti merokok.. tapi cuma bertahan 7 bulan.. tantangan terbesar nya sih lingkungan.. mayoritas teman2 tongkronganku merokok.. dan mustahil aku harus menjauhi mereka gara2 rokok.. 😁

    Benar mas.. merokok memang merusak kesehatan.. tapi rokok tidak merusak hati dan perasaan seseorang.. eeaakk 😂😂

    Disukai oleh 1 orang

    • Itu melebih lebihkan..
      Tapi emang kebanyakan gitu kang…
      Sebenarnya, yang bikin penyakit itu bisa jadi pola makan dan kebisaan merokok yang terlalu berlebihan.
      Tapi gak tau juga sih, bagiku sakit itu teguran dari Tuhan, dan caranya bisa dari berbagai sebab,

      Suka

  4. Setuju bnget dg kalimat Anda ini, “Yah, itu syarat yang diajukan oleh kebanyakan wanita, tapi bukan syarat wajib yang harus selalu dipenuhi oleh pria kan!.”

    Yg psti, klo ada saling pengertian dan bhkan yg Anda sebut pengorbanan itu, sbnrnya mslah itu mungkin hnya ada 1 %, tp 99 % adalah org ciptakan sendiri.

    Mkanya sy bilang, krn berbeda itulah mkanya perlu bersatu, bersekutu dan saling mengasihi.

    Oya, terkait rokok sih, sy sndiri gak ngerokok, dan itu nampaknya membuat isteriku senang, tp bkn berarti di sisi lain sya gak ada kekurangan, begitupun dia, intinya klo jodoh, apapun jadi dan ttp bersama sampe kpn pun, yak gak seh? 😁😁

    Disukai oleh 1 orang

  5. Pernah nyoba ngerokok. Ga enak ternyata. Hmm jadi saya tidak berjodoh dengan rokok, lebih berjodoh dengan kebab 🌯…
    .
    Kembali lagi tentang rokok, saya lebih menyukai kata kerja pasif daripada kata kerja aktif. IYKWIM

    Disukai oleh 1 orang

  6. Ping balik: Anggapan Dengan Berhenti Merokok Anda Akan Kaya, Itu Salah | Pennadiri

  7. Ping balik: Manfaat Merokok Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s