Takdir Untuk Meminta


Masih menyambung artikel kemarin tentang Hidup itu harus ada tujuannya. Kita sebagai manusia yang mempunyai keinginan dan hasrat, pasti akan mempunyai sebuah tujuan untuk bisa dicapai demi kebahagiaan ataupun kepuasaan pribadi.

Setiap manusia pasti punya hasrat dan keinginan, jika ada manusia yang mengatakan tidak mempunyai tujuan ataupun keinginan dalam hidupnya, mungkin mereka salah satu malaikat yang kehilangan sayapnya, wkwkwk 😀

Karena ada Nafsu atau Hasrat itu kita bisa Hidup. Coba bayangkan jika manusia tidak mempunyai Nafsu. Udah tidak makan, Tidak ada keinginan untuk melakukan sesuatu, Tidak tertarik ama Lawan jenis dan sebagainya.

Pasti dalam hitungan hari, manusia akan punah seketika itu.

Jangan samakan dengan para Malaikat. Para Malaikat memang tidak diberi nafsu, tapi mereka tidak akan mati walau tidak makan. Yang malaikat tahu adalah menjalankan setiap perintah-Nya tanpa ada tanya kenapa dan tujuannya untuk apa.

Nah, karena ada keinginan itulah, manusia bisa berjuang untuk bisa mengapai keinginannya itu.

Ada yang ingin lulus sekolah, mereka belajar agar sukses menghadapi ujian sekolah. Ada yang berkeinginan mempunyai pekerjaan, mereka akan berusaha untuk mencari sebuah lapangan pekerjaan atau dengan membuat lapangan pekerjaan itu sendiri.

Keinginan-keinginan itu tidak akan habis sampai manusia itu sendiri mati. Bahkan saat matipun masih berkeinginan kok.

Coba buktikan deh, seandainya kalau sudah mati, pasti kebanyakan orang akan meminta untuk dihidupkan lagi, soalnya mereka sadar akan kesalahannya dan ingin memperbaiki segala perbuatannya dulu didunia.

Tapi sayang, Pasport menuju pemakaman hanya satu arah saja, bisa bepergian tapi tidak akan bisa kembali selamanya.

So, ada yang ingin ngurusin pasport menuju alam baka tidak? Wkwkwkw 😛

Arti Tujuan Sebenarnya

Hidup itu butuh uang.

Hayoo, siapa yang bilang uang itu tidak penting?

Coba pilih, pentingan mana cinta sama uang?

Kalau yang lagi kasmaran, pasti akan bilang Cinta lebih penting dari pada uang. Padahal itu bohong banget. Kalau pasanganmu bilang seperti itu, tabok mukanya pake sandal dan bilang “Tuh makan aja sandal, biar kenyang. Dari pada makan cinta nggak kenyang-kenyang”.

Kalau menurutku sih, tujuan hidup cuma ada dua, Hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Bahagia di Akherat, Sebagai orang yang InsyaAllah Islam. Kebahagiaan akherat merupakan tujuan utama hidup kita di dunia yang hanya sementara ini. Kehidupan akherat yang kekal abadi, pasti akan lebih bahagia jika kita berada ditempat yang tepat disana (surga), apalagi dengan keluarga tercinta.

Untuk mendapatkan kehidupan akherat yang lebih baik, kita rela berbuat baik didunia sebanyak-banyaknya. Mulai dari Ibadah wajib, ibadah sunnah, dan ibadah lain-lainnya.

Bahagia di Dunia, Rasanya tidak seimbang, kalau hanya berharap untuk kebahagiaan di akhirat saja, tapi kita tidak bahagia di dunia.

Seperti meniatkan ibadah tiap hari tanpa kenal waktu, tapi lupa kalau sekarang lagi di dunia. Berdzikir siang malam, tapi melupakan keluarga yang jadi tanggung jawabnya. Apa seperti itu yang namanya ibadah? Tidak kan.

Bukankah bahagia di dunia juga termasuk ibadah?

Seperti menikah untuk saling membahagiakan. Mempunyai anak untuk mendapat keturunan yang bisa mendoakan. Mempunyai harta untuk bisa berbagi dengan yang tidak punya.

Jadi, kalau bisa sih, Bahagia di kehidupan dunia ini, dan semoga kehidupan dunia ini membawa kebahagiaan tersendiri di akhirat nanti.

Cara Menggapai Tujuan Hidup

Banyak cara agar tujuan kita bisa tercapai di dunia ini, entah tujuan yang mengarah ke Akherat ataupun tujuan yang menjurus ke urusan duniawi.

Apapun itu, semuanya akan butuh usaha untuk menggapai tujuan itu. Butuh perjuangan dan pengorbanan agar bisa menggapai tujuan itu dengan benar.

Seperti bagaimana  mendapatkan hati si Doi.

Jika kita tidak berusaha untuk mendekatinya, bagaimana si Doi bisa tau kalau kita menyukainya. Kan tidak mungkin juga, kalau kita hanya menyimpan rasa cinta kita dalam hati, terus kemudian si Doi dengan sendirinya menghampiri kita dan menerima cinta kita lewat bahasa hati.

Itu mustahil, kecuali kalau kita setampan Cristiano ronaldo atau Kalau cewek secantik Pevita Pearce. Baru ada kemungkinan kita yang di hampiri kumbang-kumbang dengan sendirinya, hihihihi.

Butuh Action.

Butuh usaha untuk mewujudkan tujuan kita. juga butuh waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit juga untuk bisa menggapai semua keinginan kita.

Tapi usaha pun juga tidaklah cukup kalau tidak dengan ilmu yang mempuni.

Seperti halnya dengan memasak sesuatu, sebut saja “Tumis kentang ayam saus tiram rica-rica”. Walaupun bahan dan perlengkapannya sudah siap, orangnya juga sudah siap action akan tetapi tidak ada ilmu untuk bisa memasak seperti yang di inginkan.

Pasti hasilnya sangat mengecewakan dan jauh dari yang di harapkan.

Contoh lain saat kita sedang jatuh cinta, cinta dalam hati sudah mumpuni dan tulus secara niat, calon pasangannya juga ada dan nyata. Terus juga berani action untuk mendekatinya, tapi tidak tau caranya mendekati lawan jenis. Hasilnya yah bisa jadi tidak diterima dan di abaikan.

Tidak mungkin rasanya si Doi mau menerima cinta kita kalau kita tidak berusaha meyakinkan dia untuk bisa menerima cinta kita. Semuanya butuh tata cara, dari tata cara berkenalan, tata cara mengakrabkan diri, tata cara memberi kenyamanan ke dia.

Semua itu butuh proses, dan semua itu juga butuh ilmu dan tata cara.

Jadi mencari jodoh itu tidak gampang. Pertama cari calonnya, sudah ada calonnya baru merasakan cinta dengan niat yang tulus, setelah itu berani action untuk mendekatinya barulah tata cara menghadapi pasangan itu yang diterapkan.

Tapi meskipun demikian, masih banyak juga yang gagal dalam menggapai tujuannya.

Seperti dalam sebuah lembaga pembinaan ketenagakerjaan yang mengajarkan dan memberikan sebuah pengalaman berharga sekitar dunia industri agar mampu bersaing di dunia industri

Padahal niat nya sudah sama, sama-sama mencari pekerjaan. actionnya juga sama, sama-sama menaruh lamaran pekerjaan. ilmunya atau tata caranya juga sama, sama-sama mengirim ke kantor pos dengan biaya materai yang sama.  tapi kenapa masih banyak yang gagal.

Dari beberapa orang yang melakukan kegiatan yang sama dalam menggapai tujuan, hanya segelintir orang yang mampu sukses dan lainnya berakhir pada kegagalan.

Kenapa bisa?

Karena itu sudah takdirnya, atau bisa jadi yang diterima itu mempunyai usaha lain untuk memperlancar usahanya.

Apa usaha lain untuk memperlancar?

Tentu saja Doa dan meminta kepada sang pemilik segalanya.

Ada cerita unik tentang temanku saat mendaftarkan account blog gratisannya ke adsense.

Dia dan temannya yang berjumlah 4 orang belajar SEO dan tentang Blogger bersama pada seseorang yang mengerti dunia blogger lebih lama. Ilmu yang dishare sama dan tata cara mendaftarkan ke adsense juga sama.

Tapi dari lima orang ini, hanya temanku saja yang berhasil daftar hanya dengan blog gratisannya.

Kenapa yang lainnya gagal?, setelah di cek, semua settingannya sama seperti yang di ajarkan, traffic dan lama blognya juga hampir sepadan, dan 4 orang lainnya ini lebih paham dunia Html lebih dari temanku ini.

Tapi kenapa hanya blog gratisan punyanya temanku saja yang di terima Adsense?

Jawabannya simple, karena temanku ini lebih keras memohon dan meminta bukan kepada google, bukan kepada adsense. Tapi dia meminta kepada Sang pemilik Jagat raya ini ketimbang 4 orang lainnya.

Jangankan satu Account google saja, bahkan  10 account blog gratisan akan langsung diterima kalau Allah sudah mengizinkan doa-doa kita.

Nah sama halnya dengan jodoh. Jika kamu gagal dalam mendapat jodoh yang pas. Mungkin ada yang salah pada dirimu, koreksilah dirimu sendiri terlebih dahulu.

Mungkin niatanmu masih belum tulus, atau mungkin Actionnya yang belum maksimal. Bisa jadi tata caranya yang harus di benari supaya calon pasangan bisa menyukai kita. dan mungkin saja, kita kurang meminta dan memohon kepada-Nya agar di dekatkan dengan jodoh kita.

Rosulullah saja yang dikatakan manusia tercerdas dan peka nya luar biasa masih selalu berdoa kepada Allah untuk setiap mengatasi masalahnya.

Kenapa kita justru terlalu sombong akan itu?

Kita terlalu sombong untuk menghadapi masalah diri sendiri tanpa campur tangan Tuhan.

Bagaimana bisa Allah tidak bisa campur tangan dengan urusan kita, padahal semua kejadian dalam hidup kita, tak lepas dan tak mungkin selain dari izin-NYA.

So, Berdoa lah dan memohon lah kepada-Nya, karena dengan hal itu, kita bisa menyadari bahwa kita adalah seorang Manusia yang lemah di hadapan-Nya

****

#Ramadhan #Obrolin
Ainur Irawan

Iklan

20 pemikiran pada “Takdir Untuk Meminta

  1. Yap, semua butuh proses memang. Jika smua usaha sudah mentok, jngan lupa meminta (doa) kpd-Nya. Juga selalu berusaha sambil berdoa. Keduanya mesti seimbang. Krn di dunia ini atas ijin TYME, jadi jngan ada yg memegahkan diri.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s