Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah


Kapan nikah?

Source image by google

Di zaman sekarang, orang sangat sibuk bekerja siang malam untuk mengais rezeki yang halal, Terkadang ada yang sampai melupakan kebutuhan hidupnya seperti istirahat atau refreshing untuk sekedar menghilangkan penat.

Suka atau tidak suka, Kita hidup di zaman modern yang serba materialistis. Seakan-akan uang merupakan faktor terpenting dalam hidup. Untuk makan butuh uang, untuk refreshing butuh uang, untuk mencukupi kebutuhan lainnya juga butuh uang.

Memang harus diakui bahwa kehidupan kita tetap butuh uang untuk bisa bertahan. Dan oleh sebab itu banyak diantara kita bekerja keras siang malam membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dan pada kenyataannya, kita hanya cukup makan tiga kali sehari meskipun banyak mempunyai uang. Biarpun kita makan di sebuah resto yang harga makanannya cukup mahal, rasa kenyangnya juga sebanding dengan makanan di sebuah warteg pinggir jalan.

Tapi kan rasanya beda?

Masalah rasa itu hanya selera, biarpun di hadapan kita katanya merupakan makanan terlezat didunia, tapi kita tidak suka makanan tersebut, mau di olah seperti apapun, kita tidak akan mau memakan makanan tersebut. Karena rasa enak itu juga masalah sudut pandang.

Jadi untuk apa kita bekerja siang malam kalau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang kiranya hanya cukup makan tidak lebih tiga kali sehari.

Bekerja itu bagus dan wajib untuk memenuhi kebutuhan, tapi jangan berlebihan, apalagi sampai mengorbankan waktu yang dikhususkan untuk sendiri.

Hiburan juga boleh, agar kita tidak bosan. Tapi jangan sampai melalaikan, apalagi sampai melalaikan kita sebagai makhluk Tuhan.

Aktif di organisasi juga sangat keren, tapi jangan lupa kita juga punya prioritas pribadi yang wajib dipenuhi.

Hidup ini terlalu singkat untuk di buat sibuk kesana kemari. Karena sibuk itu melenakan.

Baca juga : Sudah melakukan yang terbaik belum?

Aku yang menantimu

Banyak orang tidak menikah-menikah, padahal usianya sudah bisa dibilang usia matang untuk menikah. Alasannya bermacam-macam, ada yang sibuk melanjutkan S2, ada yang masih mengejar karir, ada juga yang sibuk bekerja untuk menyiapkan masa depan.

Padahal kehidupan ekonomi juga sudah stabil, terus sampai kapan kamu akan menunda untuk menikah, jika masih sibuk dengan urusan dunia yang tak akan putus hingga akhir hayat?

Nunggu dipertemukannya dengan jodoh?

Kan katanya jodoh itu tidak akan kemana?

Jodoh memang tidak akan kemana, tapi mau sampai kapan menunggu. Jangan salahkan jodoh yang tidak bertemu kalau kamu sendiri saja masih sibuk dengan kerja’an sampai lupa ihtiar.

Baca juga : Jika kau jodohku, Kenapa tak kunjung datang

Jodoh dan Rezeki itu memang sudah di tetapkan, tapi apa dengan menunggu tanpa ikhtiar rezeki akan datang begitu saja didepan mata?.

Tentu tidak kan.

Sama halnya dengan menginginkan sebuah pekerjaan. Pekerjaan tidak akan langsung menawarkan kepada kita dengan sendirinya, semua itu butuh proses ikhtiar, dari menulis CV, mengirimkannya lewat pos, ada waktu menunggu panggilan kerja, dan ada juga penolakan yang menyakitkan. Semua itu merupakan proses.

Jodoh juga sama!.

Kalau kita diam dirumah tanpa melakukan ikhtiar. Bagaimana jodoh kita akan menemukan kita.

jodoh itu dicari atau di nanti

 Jodoh itu harus dicari dan juga di nanti. Dicari dengan memperbanyak silatorohmi dan di nanti dengan kesabaran hati berdoa kepada Sang Ilahi.

Maka dari itu, jangan terjebak pada kesibukan yang melenakan.

Berikanlah waktu untuk ikhtiar memantaskan diri. Perjalanan mencari jodoh memang penuh dilema, terkadang terasa begitu sakit karena sebuah penolakan, ataupun terasa begitu rumit dengan banyaknya ketidak pastian.

Tapi hal tersebut bukan menjadi halangan berarti, karena setiap ada pertanyaan, pasti ada jawaban. Setiap ada ujian, pasti akan ada berkah disetiap jalan yang kita lalui.

Teruslah memantaskan diri dan dibarengi ikhtiar mencari dan menjemput cinta sejati.

Dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar selalu didekatkan dengan jodoh kita.

Baca juga : Menjemput jodoh agar tetap berjodoh

menjemput jodoh agar tetap berjodoh

Karena mencari jodoh itu tak semudah beli baju di online shop, transfer sekarang, beberapa hari kemudian barang sudah sampai di rumah.

Karena jodoh bukan sebuah barang yang bisa dibeli dengan uang.

Sesibuk apapun kita mengurusi urusan duniawi, sempatkan waktumu sedikit untuk ihktiar dan berdoa kepada-Nya untuk mendapatkan jodoh yang Hakiki.

Mencari jodoh itu harus ada do’a yang mesti terus dipanjatkan. Ada ikhtiar yang mesti disempurnakan. Dan ada tawakal yang mesti terus dilakukan.

Percayalah, Apapun yang kita lakukan itu tidak akan sia-sia, jika jodoh tidak kita dapatkan. Kita akan lebih dewasa untuk mempercayai bahwa ada jodoh yang telah disiapkan untuk kita didepan sana.

Percayalah, semua yang kau lakukan tidak kan sia-sia. InsyaAllah berpahala.
Toh, tugas kita bukan untuk berhasil. Tapi tugas kita untuk mencoba. Karena saat mencoba ada kemungkinan besar untuk berhasil.
Setia Furqon Kholid

Yuk Ikhtiar dan menanti dengan sabar serta senantiasa  terus berdoa dan percaya akan takdir terbaik dari-Nya.

 

#Obrolin #RuangObrol #GetMerried

Ainur Irawan

Iklan

21 pemikiran pada “Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah

  1. Kata simbah saya, jangan suka duduk di depan pintu, nanti jodohnya mbalik ndalan.😊😊 Bisa jadi mereka sebenarnya sudah ihtiar, hanya saja mereka suka duduk di depan pintu. Jadi jodohnya mbalik ndalan. Gimana mau datang, orang pintunya dihalangin. Kan ga bisa masuk. 😀😀😀 balik kanan deh…

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hhmmm…rasa enak itu mslah sudut pndang…😉

    Jngn terjbak pd ksibukan yg mekenakan (…bermuatan ni…hihi…)

    Ada betulnya sih, walau dlu aku jodohku mudah bnget dapatnya, gak pake ikhtiar dia sgla. Itulah, trnyta msing2 org itu beda ya.

    Sbnrnya mreka mau nikah kok, gak lp, mas Ir, cuma carinya gak gmpang emang, bkn gak doa jg, udah…blm sampe aja kyaknya si jodoh…lalu krn lelah nunggu, yah…beralasanlah: sibuklah, blm siaplah, dst..

    Tp tiap alasan ttp ada rasionalnya kok, hee…

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya mas, aku rasa semua juga sama sedang mencari jodohnya.. Yah memang belum nemu aja.. Hahaha
      Cuma kadang ada juga yang sibuk dg dunia kerjanya hingga tak memprioritaskan untuk nikah. Justru disaat udah umur yang tak lagi mudah, rasanya cukup sulit untuk mencari yang sama

      Disukai oleh 1 orang

  3. Ping balik: Nikah Nunggu Mapan!, Mau Sampai Kapan? | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s