Kamulah Bahagiaku Yang Sebenarnya


asih ingatkah engkau, Telaga ini menjadi saksi bisu antara takdir kita berdua. Waktu itu, saat pertama kalinya kamu menerima cintaku. Aku sangat bahagia ketika kamu benar-benar mau menerimaku dan mau menjadi pasangan hidupmu.

ntah sudah beberapa kali engkau menolakku perihal jadi pasangan hidupmu. Aku tahu, aku bukan typikal orang yang engkau sukai, dari kebiasaan burukku, sifat egoisku dan ketidak pekaanku yang selalu membuatmu jengah.

amun, entah kenapa aku selalu ingin mendekatimu dan menjagamu walau berkali-kali aku terluka karenamu. Aku membencimu karena telah mengabaikanku, tapi aku tetap mencintaimu dan menyayangimu lebih dari rasa benciku. Aku hanya ingin sekedar menjagamu agar engkau tetap bahagia, meskipun itu bukan dengan diriku.

aris takdir ini yang menyatukan kita berdua. Kita yang sama-sama terluka akan cinta, dan berjuang untuk memperbaiki diri dari rasa putus asa. Kita sudah tak saling bertatap muka bahkan untuk mengobrol seperti biasanya juga kita hindari sebisa nya.

ntah kenapa Dhuha merupakan tempat terbaik bagi kita untuk saling sapa. Kita selalu berada di dhuha yang sama di tempat yang sama. Mungkin kita sama-sama berdoa, tapi bukan untuk kedekatan kita. Aku yakin kita tidak menginginkan kedekatan kita berlanjut seperti sedia kala. Karena aku dan kamu, sama-sama tidak menyebut nama masing-masing untuk setiap doa yang kita panjatkan.

anji terakhir bertemu adalah hal terindah yang tak terlupakan . Karena janji ini, akhirnya kita bisa berdekatan kembali. Janji yang gagal terlaksana saat di jogja waktu itu, kini aku coba untuk menebusnya untuk bisa memenuhi janjiku kepadamu. Setidaknya dengan memenuhi janji itu, aku baru menyadari kalau kamu sedang menjalani kesendirian waktu itu.

ntara senang, lega dan takut bercampur menjadi satu. Aku senang melihat kamu bahagia dan tidak terlihat keraguan lagi dimatamu. Aku juga lega kamu bisa lepas dari orang yang seharusnya sudah lama kau buang. Tapi aku juga takut, aku takut untuk kembali masuk kedalam kehidupanmu, Aku bahkan takut berharap lebih dengan hubungan baik kita selama ini.

Source image by Stocksnap.io

agiku, melihatmu bahagia itu sudah cukup. Tapi disetiap kamu dekat dengan laki-laki lain, entah kenapa ada rasa cemburu yang bergejolak dalam dada. Rasanya aku tidak rela, Aku ingin sekali membawamu pergi jauh dari orang-orang itu. Aku ingin membawamu dari rasa terluka, padahal aku sendiri adalah luka itu.

ku memang egois. Disaat aku menginginkanmu untuk jauh dari orang lain, justru aku yang terus mendekati wanita lain selain dirimu. Tapi aku senang dengan rasa cemburumu itu. Aku merasa kita sudah mulai merasakan alur cinta yang sama dan semoga itu terwujud menjadi bahagia.

ari demi hari, kedekatan kita kembali seperti sedia kala. Kita saling canda dan tertawa, seakan kita sudah lupa rasa terluka dan sakit hati yang pernah kita rasa bersama. Beberapa kali kita juga sempat makan bersama, walaupun tidak berdua, tapi bersama sahabat-sahabat kita.

ku ingat, engkau sendiri yang mengajakku ke sebuah telaga dekat rumahmu itu. Berdalih engkau ingin belajar berenang, Engkau mengajak ponakanmu untuk menemani kebersamaan kita berdua. Yah, aku sibuk mengurusi ponakanmu mencari ikan kecil dipinggiran telaga, sedangkan kamu juga sibuk menertawakanku didalam dinginnya telaga itu.

ila!, aku jatuh cinta kembali melihat senyummu kala itu. Ada debaran aneh di dada ini yang kembali aku rasakan setelah kian lama menghilang ditelan rasa terluka. Aku mendekatimu setelah kau usai semua pelajaran renangmu. Hanya aku dan kamu, saling bertatap di sejuknya angin di telaga itu.

zinkan aku untuk mendampingimu menjalani setiap langkahmu. Mau kah kau menjadi Istriku?. Yah kata sederhana itu aku ucapkan tanpa perencanaan dan tanpa kekuatiran untuk ditolak lagi. Mungkin aku sudah kebal dengan penolakanmu. Dan aku tidak peduli dengan hasil apapun yang akan aku dapati dari jawabanmu. Yang Aku tau, aku mencintaimu dan itu tulus dari dalam hatiku.

ku sangat bahagia sesaat kau mengangguk malu-malu dengan senyum penuh bahagia. Aku mencoba mengeja arti bahagia dari jawaban malu-malumu itu. Aku tau kamu juga akan terkejut dengan ucapanku yang tiba-tiba itu, tapi aku yang harusnya lebih terkejut dengan jawabanmu yang mungkin akan merubah perjalanan hidupku.

Source image by Stocksnap.io

asih ingatkah Engkau dengan pesta pernikahan kita. Pesta yang cukup sederhana, dengan mengundang teman-teman kita untuk berbagi kebahagiaan yang kita rasa. Aku dan Kamu, berada dalam kursi pelaminan yang sama. Aku dan Kamu, menjadi Kita untuk berbahagia bersama.

nding yang bahagia!, ternyata tidak seperti itu keadaannya. Aku melihat banyak tangis saat kita berada di pelaminan. Entah mereka sedih dengan anaknya yang akan meninggalkannya atau mereka senang dengan anaknya yang semakin dewasa, hingga keluar air mata bahagia.

enikahimu berarti aku juga akan menikahi semua kebiasaanmu, menikahi kecantikanmu, menikahi keluargamu dan menikahi segala sesuatu tentangmu. Aku terlalu percaya diri bisa menyatukan dua adat yang berbeda, dua kebiasaan yang berbeda dan Dua kepribadian yang berbeda.

ku terlalu naif saat aku bilang “aku akan membuatmu bahagia”. Nyatanya, sedikitpun aku tidak mengenal siapa dirimu yang seutuhnya. Aku terlalu egois dengan semua janji yang terlajur aku rangkai untuk membuatmu lebih bahagia dari sebelumnya. Nyatanya, Aku lebih sering melukaimu ketimbang membahagiakanmu.

amulah satu-satunya orang yang mengajariku bagaimana memaknahi arti bahagia yang sebenarnya. Tangis bukan berarti kita tidak bahagia, karena harus ada tangis untuk bisa mengerti arti bahagia. Harus ada tangis untuk bisa menghargai arti bahagia. Dan harus ada tangis untuk bisa membuka jalan bahagia untuk bersama.

amun, untuk menjalani sebuah pernikahan memang tidaklah semudah buku panduannya. Bahkan aku tidak ingat ada buku panduan tentang menjalani kehidupan rumah tangga. Bagiku pernikahan itu seperti masuk ke dalam hutan rimba. Kita tidak tau arah mana yang harus dipilih, yang aku tahu, aku harus tetap berjalan dan terus hidup untuk mempertahankan ikatan suci ini.

ku dan Kamu adalah sepasang pengantin baru yang cukup polos dalam menjalani kehidupan rumah tangga ini. Kita sama-sama diterpa banyak ujian dan cobaan sesaat mau melangkah. Aku bersyukur dengan ketegaranmu dan kesabaranmu menghadapi itu semua.

zinkanlah aku belajar untuk membahagiakanmu dengan caraku. Aku tidak peduli apa kata orang lain tentang hubungan kita, aku juga tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang kita. Yang penting kamu bahagia itu udah cukup. Karena bahagiamu adalah impian terbesar dalam hidupku.

Dok. Malang 2014

ersamamu aku belajar cara mengeja arti bahagia di kehidupan ini. Bersamamu, aku juga belajar bagaimana mengambil hikmah dari setiap luka yang kita alami berdua. Aku yakin, Tuhan memberikan ujian kepada mahkluknya tak akan melampaui batasannya. Jadi bersabarlah wahai istriku.

ku akan berusaha untuk tetap berjuang untuk kebahagianmu, kebahagiaan kita. Tentu tetap dengan berpegang teguh di jalan Tuhanku. Aku ingin menikmati setiap lika-liku kehidupanku bersamamu, dan tentu aku akan sangat bahagia ketika buah hati yang kita dambakan terlahir dari hasil cinta kita.

ari bahagia itu akhirnya datang juga. Seseorang yang akan memamgggil kita dengan sebutan Ayah dan Bunda akan segera terlahir. Perasaanku campur aduk saat itu, aku takut kamu kenapa-napa, dilain pihak aku juga sangat menantikan anak kita lahir dengan sehat. Dan parahnya, aku takut dengan banyak darah.

ku tidak mempermasalahkan bayi kita nantinya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Bagiku, anak laki-laki dan perempuan itu sama, asalkan anak kita terlahir sehat dan engkau juga selamat. Tak ada yang lebih membahagiakan dari itu semua.

adisku yang cantik jelita terlahir didunia ini. Aku senang karena anakku yang lebih mirip dengan ibunya, aku bangga dengan itu. Cukuplah aku menambahkan namaku ditengah-tengah nama anakku, agar nantinya anakku akan ingat, kalau Ayahnya sangat menyanyanginya.

tu juga berlaku untuk anak keduaku. Aku sangat menyayangi kalian bertiga, Istri dan kedua anakku. Kalian adalah duniaku, kalian juga penyemangat hidupku dan karena kalian juga, aku akan terus bertahan di garis depan untuk memperjuangkan kebahagiaan kalian.

ku sangat bahagia. Bahagia tentang takdirku bertemu denganmu, Takdirku mempunyai istri sepertimu dan takdirku bersamamu hingga sekarang ini. Bagiku, Bahagia itu sederhana. Sesederhana saat kau tersenyum padaku dan aku mensyukuri tentang hal itu. I Love You Istriku.

#MengejaBahagia

#BahagiaSepenuhCinta

#MemaknaiBahagia

Note : tulisan ini diikutsertakan dalam Project kolaborasi giveaway #MengejaBahagia by Slamet Parmanto dan Rifa Roazah

 

Ainur Irawan

Iklan

31 pemikiran pada “Kamulah Bahagiaku Yang Sebenarnya

  1. Keren tulisannya mas Ir. Saya ikut baper bacanya. Tulisannya terasa begitu apa adanya, tp disitulah letak nikmatnya (menurut saya). Saya malah ingin membuat tulisan seprti ini di atas ultah perkawinan atau ultah anak, dg menjadikan huruf2 dari nama istri atau anak menjadi awal kata sprti goresan bahagia Anda ini, mas Ir.

    Tetap berbahagia ya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Aku pikir huruf E-nya semua berkata Entah, tapi yang E-terakhir pakai kata Ending. Meski berawal dari kata Entah yang berarti ketidaktahuan, tapi lama-lama akan saling mengetahui dan Ending-nya bahagia. Eh, aku salah fokus yak? 😂😂😂

    Istrinya harus baca ini mas Nur. Berasa dari hati banget.. 😄😄😄

    Suka

  3. Cinta suka huruf E yang pertama, mas Nur. Tidak pernah menyebut nama masing2 dlm doa.

    Cinta jg bgtu, tdk prnah mnyebut nama siapa pun yg Cinta suka dlm doa. Entahlah, saat Cinta menyebut nama seseorang yg disuka dlm doa, sprti ingin mndahului takdirnya. Rasanya sprti tidak sopan. 😁

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ping balik: 4 Hal Yang Mungkin Akan Menjadikanmu Menjadi Semakin Dewasa | Pennadiri

  5. Ping balik: Pengumuman GIVEAWAY “Mengeja Bahagia” :) | Tarian Langit

  6. Ping balik: Pengumuman Pemenang Giveaway -Mengeja Bahagia- – Sustainable Hopes

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s