Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Menikah


 

Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Pernikahan

Source image by Stocksnap.io

Mungkin bagi single, bayangan tentang menikah itu pasti yang indah-indah. Apalagi bagi mereka yang sedang di mabuk asmara ketika berpacaran. Bayangan menikah, pasti bahagianya lebih dari rasa pacaran yang pernah mereka rasa.

Seperti di setiap membuka mata, yang terlihat adalah sesosok wajah manis mempesona. Walaupun enggak gitu juga ding kenyataannya, tapi namanya juga cinta, biarpun wajahnya penuh keringat dan ada liur disekitar bibirnya, tetap saja di anggap seksi. #tsah

Makan bisa berdua, mencuci berdua dan apapun itu bisa dilakukan berdua. Ada yang membuatkan kopi disetiap malam, ada pula yang bisa memijiti dikala rasa capek melanda badan. Dan ada pula yang memberikan sandaran dan pelukan saat badan terasa letih karena penat dengan sebuah rutinitas.

…Ah, MENIKAH, Indahnya tiada terkira….

Tapi….

Apakah indah seperti itu menikah? Apakah rasanya jauh lebih membahagiakan melebihi rasa saat pacaran?

Yah, Rasanya nggak adil kalau kita hidup selalu dengan kebahagiaan. Hidup itu harus seimbang, Jika kita mau merasa bahagia, kita harus tau juga rasanya sengsara, hahaha.

Seperti saat berjuang mendapatkan hati sang pujaan, pasti kita berjuang untuk mendapatkan perhatian dan hal itu sering membuat kita sengsara.ย  Ada terluka karena tidak di hiraukan, ada terluka karena sebuah penolakan.

Dan kesengsaraan itu sebanding dengan hasil bahagia setelah mendapatkannya.

Apalagi ada kata seperti ini โ€œOrang yang paling membuat kita sakit hati, adalah orang yang terdekat dengan hatiโ€.

Nah loh….

Jadi Kawan single sebelum halal yang aku hormati.

Yuk kita simak, apa saja sih hal-hal yang mungkin kita akan rasakan setelah pernikahan terjadi. Setidaknya, kawan sekalian mendapat gambaran dan tidak kaget dengan pernikahan itu sendiri.

Baca juga : Enaknya kalau udah nikah tuh gini

Kehidupan Rumah Tangga Itu Tak Seindah Drama Korea

Drama The legend of Blue sea – Source image by google

Nah loh…

Yang sering melihat Drama Korea. Kehidupan rumah tangga itu nggak semanis seperti drama korea loh.

Sering kita melihat di Drakor tentang kisah cinta dua insan yang berakhir dengan indah, seperti kisah The Legend of Blue Sea, yang harus tinggal menyendiri di pinggir pantai karena pasangannya adalah seorang putri duyung. Kehidupan mereka sudah membaik karena konflik yang terjadi sudah usai.

Namun tak diceritakan bagaimana mereka menjalani hari-harinya setelah kisah indah tersebut, Bukan?.

Di kehidupan nyata, banyak yang berpikiran bahwa setelah menikah maka kehidupannya akan seindah di negeri dongeng. Bisa jalan-jalan berdua, Tidur ada yang menemani, punya anak, dan sebagainya.

Padahal kenyataannya akan ada dimana banyak konflik dan masalah yang harus dihadapi dengan bijak. Sedikit saja menyerah pada keadaan, maka bahtera rumah tangga akan hancur berantakan.

Terutama bagi yang baru memulai sebuah pernikahan, pasti keduanya akan binggung dengan tanggung jawab masing-masing terhadap pasangannya, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap keluarga mertuanya.

Semua harus dibagi, dipilah, dijalani dan disikapi dengan bijak. Agar kita bisa menikmati setiap proses menuju kebahagiaan itu sendiri. Karena Bahagia itu bukan karena sudah tercetak dalam buku nikah maupun sudah berpose bahagia di pelaminan.

Tapi, bahagia itu yang sudah menjalani lika-liku kehidupan berdua dan mampu bertahan dengan terus berjuang mencapai sebuah kebahagiaan bersama.

Baca juga : Hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum memutuskan untuk menikah

Binggung Dengan Kebiasaan Yang Berbeda

Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Pernikahan

Source image by google

Menikah itu menggabungkan dua adat, dua budaya dan dua kebiasaan menjadi satu.

Walaupun kamu sudah berpacaran selama 3-5 tahun dengan si dia, meskipun kamu udah tau 100% tentang dia saat pacaran. Semua itu akan berubah saat sudah menikah.

Menikah itu pembuka tabir kepalsuan saat pacaran

Jadi jangan kaget, kalau karakter si Dia tiba-tiba berubah tidak seperti yang kau bayangkan setelah menikah.

Begitupun dengan adaptasi setelah pernikahan. Diawal-awal, pasti kita dihadapkan dengan kebingungan saat beradaptasi dengan budaya baru, adat yang baru dan kebiasaan yang baru. Dan sepertinya, semua pasangan akan mengalami hal yang serupa.

Kita yang masih berpegang dengan adat budaya dan kebiasaan yang biasa kita jalani, akan bertabrakan dengan adat budaya dan kebiasaan yang biasa terjadi di rumah meryua kita.

Seperti masalah mencuci pakaian, kita yang biasanya mencuci pakaian nunggu 2-3 hari (anak- kos-kosan) akan bertabrakan dengan adat dia yang sudah terbiasa dengan mencuci tiap hari.

Pemikiran kita, akan lebih enak kalau dikumpulkan hingga banyak dulu, biar nyucinya sekalian. Selain efisien juga penggunaan tenaga bisa terkumpul di hari itu saja. tapi bagaimana dengan pemikirannya?

Bisa saja dia mikirnya gini, Cucian di timbun itu menjadi sarang nyamuk, nggak baik bagi kesehatan. Selain banyak nyamuk, rasanya bau pakaian kotor itu juga tidak sedap. Cucian yang banyak akan membuat jengah untuk mau memulai mencuci. Mending tiap hari, selain dikit, juga pasti tidak membutuhkan banyak waktu untuk mencucinya.

Bagiku, keduanya terlihat sama dan benar dengan berpegang prinsip masing-masing. Nah, dari gambaran itu, kita bisa tau bahwa Menikah itu bukan tentang pemikiran kita pribadi maupun kebiasaan kita pribadi, tapi pemikiran dan kebiasaan berdua yang harus di singkronkan biar jadi bahagia.

Baca juga : Beberapa alasan orang menolak untuk menikah muda

Sering Rindu Suasana Rumah

Pasti bagi pasangan yang baru menikah, akan sangat merindukan suasana rumah tempat tinggalnya dulu. apalagi rumah yang ditinggalinya hanya mereka berdua saja. Suami bekerja, tinggallah istri sendirian dirumah. Pasti akan mengundang kebosanan yang luar biasa

Terlebih lagi yang tinggal dengan mertua, ini yang lebih parah. Dengan adanya perbedaan adat dan budaya serta kebiasaan seperti di atas. Rasa canggung dengan mertua dan tetangga sekitar, akan membuat rindu suasana rumah semakin menjadi-jadi.

Terlebih lagi yang dulu suasana rumah yang ramai dengan ponakan, sekarang menjadi sepi sendiri.

Sebelum menikah, pasti ada anggota keluarga di rumah yang sering membuat kita jengkel dan ingin rasanya untuk segera menikah dan pindah dari rumah tersebut.

Namun ternyata setelah menikah, justru yang kita rasakan akan jadi sebaliknya. Kita akan merasakan kerinduan yang dalam dengan suasana ramainya di rumah. Bahkan hal yang menyebalkan sekali pun bisa menjadi kerinduan yang mendalam.

Jadi, seandainya pasanganmu ingin pulang, turutilah. Agar tidak menjadi strees berlebihan. Karena bahagia itu butuh proses, dan semua proses itu butuh waktu.

Baca juga : Yuk pahami marahnya wanita, biar bisa bahagia bersamanya

Banyak Konflik Yang Akan Menghadang

Banyak Konflik Yang Akan Menghadang dalam sebuah awal pernikahanMasalah atau konflik itu selalu menghiasi dalam kehidupan rumah tangga. Tidak hanya bagi yang baru menikah saja, bahkan yang sudah 5-10 tahun menikah saja masih sering konflik. Apalagi yang baru-baru menikah, hahaha.

Hidup itu tidak akan menarik jika tidak ada konflik yang melanda. Coba bayangkan Drama korea atau sinetron apapun, pasti tidak akan seru kalau tidak ada konflik di dalamnya.

Konflik itu semacam bumbu dalam masakan, jika terlalu banyak garam, pasti hancur rasanya dan akhirnya dibuang. Jadi sedini mungkin, kita belajar memahami konflik dan kalau bisa meredam secepatnya, agar tidak berlarut-larut dan berakhir tidak happy ending.

Karena, berkaca dari pengalamanku, disetiap konflik terselesaikan, ada rasa sayang berlebih yang akan datang dan makin menguatkan.

Seperti halnya game, kalau udah Mission Complete, baru menuju stage yang berikutnya.

Sama halnya dengan menikah, kalau misi dengan istri complete, boleh lanjut ke stage dua dengan menikahi istri yang kedua, eh… enggak ding, becanda ๐Ÿ˜›

Baca juga : Memahami konflik dan meredam konflik dalam rumah tangga

Pulang Kerumah Setelah Kerja adalah Prioritas Utama

Bagi kaum pria, Pulang kerja tidak langsung pulang itu sebuah hal biasa. Entah mampir ke rumah teman ataupun sekedar mencicipi kopi di pinggir jalan atau sekedar tebar pesona di jalanan.

Dan semua itu adalah hal wajar yang biasa di lakukan kaum pria, apalagi saat sedang dengan sahabat-sahabatnya.

Tapi, semua itu harus dirubah sejak mulai memutuskan untuk menikah. Seperti yang aku jelaskan diatas, terkadang proses untuk beradaptasi dengan rumah baru maupun lingkungan rumah mertua itu tidaklah mudah.

Pasangan kita akan sangat mendambakan kita menemani dalam proses adaptasi tersebut. Selain agar dia tetap nyaman, juga tidak terjadi pemicu stress yang bisa menyebabkan konflik.

Begitu juga disaat sudah punya momongan, pulang kerja itu wajib langsung pulang kerumah. Soalnya, pasangan kita pasti sangat ribet sekali kalau mengurusi bayi sendirian. Jadi alangkah indahnya kalau kita (Pria) ikut andil dalam menjaga dan merawat buah hati kita.

Ego Tak Bisa Bekerja Dalam Pernikahan

Ego Tak Bisa Bekerja Dalam PernikahanJika dulunya kita mempertahankan ego, maka setelah menikah, kita pun harus belajar mengatur ego. Seperti belajar untuk berkompromi dengan pasangan ataupun mengambil sebuah keputusan di antara dua pendapat.

Intinya musyawarah untuk mufakat

Jadi, setelah menikah, sebuah keputusan tidak selalu diambil dari seorang pria, tapi akan lebih enak jika dibicarakan dulu berdua. Dan diambil jalan tengah biar sama-sama setuju.

Seperti masalah memberi uang kepada orang tua, ataupun tentang istri bekerja atau tidak bekerja dan sebagainya. Dengan demikian, keputusan yang diambil bisa menjadi jalan tengah bagi keduanya dan dijalankan dengan senang hati oleh kedua pihak.

Baca juga : Hal-hal yang wajib ada untuk meningkatkan kualitas hubungan dalam berumah tangga

Membuang Rasa Jijik

Ego Tak Bisa Bekerja Dalam Pernikahan

Source image by google

Nah ini yang terpenting. Soalnya dari hal ini aku membuat ide artikel ini.

Jika sudah menikah, rasanya kita harus membuang rasa jijik kita untuk beberapa hal, terutama seperti tentang membersihkan hal yang berbau menyengat, kayak toilet, baju pasangan yang lumayan lama tidak dicuci maupun bau ketiak suami yang lumayan bikin dahi mengkerut.

Percayalah, tidak semua cowok itu hidupnya bersih dan higienis. hahaha

Begitupun dengan membersikan kotoran anak. Semua pekerjaan yang menyangkut anak, tidak selalu itu tugas Istri. Akan tetapi itu tugas bersama.

Kadang, suami jijik disaat anaknya Pub atau saat anaknya muntah karena kebanyakan minum.

Disaat sedang asik-saiknya main dengan anak, tercium bau menyegat dari pantat anak. Bukannya di benerin malah panggil-panggil istri untuk segeri membereskan masalah yang terjadi.

Itu tidak fair kawan…

Seandainya dibalik, saat kita sudah tua dan anak-anak kita sudah dewasa. Dan kita pup di pempers super besar sedangkan kita sudah tidak berdaya. Bagaimana kalau anak kita enggan untuk menganti popok kita, lantaran balas dendam si anak kepada kita, karena dulu pernah memperlakukan anak kita seperti itu.

Baca juga : Hal-hal kecil yang harus di pelajari untuk menjadi Suami idaman Istri

Nah loh…

Enggak mau kan kayak gitu!.

Jadi yuk, buang gengsi kita jauh-jauh…

Kapan lagi loh kita bisa merawat anak kita (bayi) kalau nggak sekarang. Soalnya lucu-lucunya anak adalah saat masih balita gini. Apapun yang dia lakukan, biarpun BAB ataupun Ngompol dicelana. Sungguh itu hal terindah yang bisa kita ingat nanti dan bisa diceritakan kembali ke anak kita nanti.

*****

Bagaimana?

Bisa membayangkan sebuah pernikahan dari artikel ini…?

Semoga artikel ini tidak menyiutkan nyali kalian untuk menyelami bahtera rumah tangga. Sungguh, MENIKAH ITU MEMBAHAGIAKAN.

Dibalik keribetan dan keter-kekang-an yang aku tuliskan, ada hal terindah yang bisa kita rasakan dengan indahnya sebuah pernikahan yang Sakinah mawaddah warohmah. Amiin

 

#RuangObrol #Obrolin #IndahnyaPernikahan

AinurIrawan

Iklan

48 pemikiran pada “Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Menikah

  1. Menikah itu pembuka tabir kepalsuan saat pacaran..

    Ngakak pake banget baca bagian itu, wkwk..

    Iyaa mas, emang nikah nggak semanis drama korea.. Tapi kalo dapet pasangan yg bs kooperatif itu bagus bangetlaaa.. Udh liat sendiri dari orangtua..

    Disukai oleh 1 orang

  2. cb mas Nur nonon drakor “The time we were not in love”

    di situ ada lika-likunya jg koq stlah menikah…contohnya dmn si istri mls dg kebiasaan mendengkur suami dan kebiasaan suami nyanyi di pagi hr dg suara super cemprengnya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  3. Tetep ya kalimat penutupnya ngompor-ngomporin wkwkwk, kan jadi kepengin ini *eh ๐Ÿ˜‚
    Banyak yang bisa didapetin dari tulisannya kak Nur di sini, terutama soal membuang rasa jijik, ketawa aku bacanya kak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  4. Aku mulai membayangkan sebuah pernikahan. Tapi, belum ada bayangan siapanya.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Yang penting bayangin dulu aja kali yaa.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  5. Menikah itu perkara pemikiran dan kebiasaan berdua yang harus di singkronkan biar jadi bahagia.

    Stuju bnget dg klimat di atas mas Ir.

    Dan konon, nikah itu pd 10 thn prtma bnyak godaan2 dan tntngannya, wlau hnya sprti sugesti sja, tp bnyk yg bilng, dan sy rasa ada bnarnya jg, to ttp tergantung bgmna kita mnyikapi suatu mslah. Yg gak sabaran biasanya akn hncur brantakan.

    Trmksih mas Ir buat artikelnya yg mnarik.

    Blkangan sy mnyadari, sprtinya mas Ir adalah bloger dg spesifikasi jodoh/rumah tangga. Internal link nya bnyak utk tema terkait, sy snang bs bca2, ini bs dijadikan referensi jg dlm memandang prnikahan.

    Disukai oleh 1 orang

    • Hahaha.. .bakasih bang..
      Aku cuma menceritakan sedikit banyak apa yang aku rasa dan aku jalani…
      Dan menikah memamg gampang gampang susah di awal2.. Aku juga ngalamin banyak masalah saat pertama nikah…
      Yah, semoga aja berfaedah bagi yang lainnya ๐Ÿ™‚

      Disukai oleh 1 orang

  6. Ping balik: 4 Hal Yang Mungkin Akan Menjadikanmu Menjadi Semakin Dewasa | Pennadiri

  7. Ping balik: Nikah Nunggu Mapan!, Mau Sampai Kapan? | Pennadiri

  8. Ping balik: 10 Meme Lucu Yang Menggambarkan Perbedaan Wanita Dan Pria | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s