Hal-Hal Yang Perlu Dibicarakan Antara Calon Suami Dan Istri Sebelum Hari Pernikahan


Hal-Hal Yang Perlu Dibicarakan Antara Calon Suami Dan Istri Sebelum Hari Pernikahan

Kapan Nikah?

Eaaahhh, baper dah… 😛

Tenang, kali ini aku bukan membuat artikel tentang pertanyaan “kapan nikah?”  kok. Ataupun artikel yang membaperkan para single.

Bukan!, Sungguh bukan tentang itu.

Kali ini, aku ingin share apa-apa saja sih yang perlu diputuskan sebelum menikah?

Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dan dipersiapkan secara matang sebelum kamu dan pasanganmu  benar-benar sepakat untuk menikah.

Tidak hanya tentang masalah finansial resepsi pernikahan kalian saja yang perlu di pikirkan, tapi juga hal-hal mendasar lain yang jauh lebih penting dari pada itu. Dan butuh kesepakatan kedua belah pihak agar kehidupan setelah pernikahan menjadi Samawa.

Hal-hal yang perlu dibicarakan antara Calon suami dan istri sebelum pernikahan antara lain:

1. Besarnya Mas Kawin

Mas kawin disini bukan sebuah pertanyaan “Mas, kawin yuk?”. Bukan seperti itu.

Mas kawin atau Mahar merupakan salah satu syarat sah dalam suatu pernikahan. Mahar sendiri memiliki makna cukup dalam, hikmah dari mahar sebenarnya untuk pertanda bahwa seorang wanita memang harus di hormati dan dimuliakan. Mahar juga diisyaratkan sebagai tanda dibelinya sebuah cinta suci.

Dalam QS. Annisa : 4, menyebutkan bahwa “Berikanlah mahar pada wanita yang kamu nikahi sebagai sebuah pemberian dengan penuh kerelaan….”

Dari  situ bisa disimpulkan bahwa pemberian mahar itu harus ikhlas dan tulus dan di niatkan untuk memuliakan seorang wanita yang nantinya mahar itu merupakan hak istri sepenuhnya.

Meme besarnya mahar atau mas kawin

Mahar itu hanya sebuah syarat pernikahan, bukan sebuah cara untuk memperkaya harta. Terkadang banyak yang justru keliru yang mengunakan mahar sebagai tujuan untuk mendapat udang dari calon suami dengan memasang mahar yang besar.

Terkadang juga mahar dibuat menjadi sebuah pameran dengan membuat hiasan dari uang yang di tata sedemikian rupa untuk bisa di pajang setelah menikah. Padahal nanti, uang mahar itu merupakan hak istri untuk dibelanjakan untuk dirinya sendiri, tapi kebanyakan istri zaman modern ini justru rela uang itu dibuat pajangan saja. Kan sangat disayangkan.

Terus berapa besar mas kawin?

Dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang tidak punya harta, di nikahkan oleh Rosululloh dengan mahar hafalan Alqur’an. Dari sini bisa disimpulkan tidak ada batasan mengenahi bentuk dan besarnya mahar pernikahan.

Tapi alangkah baiknya jika untuk mahar itu di bicarakan sebelumnya sama pihak mempelai berdua. Banyak loh yang memberi mahar seperangkat alat sholat dan Alqur’an sebagai mahar pernikahannya.

Padahal itu mubadzir juga, bisa saja istri sudah punya banyak mukenah dirumahnya atau punya Alqur’an juga. Alqur’an satu aja jarang dibaca, apalagi dua. Haish…. Mending dibicarain saja terlebih dahulu,

Dulu aku menawarkan istriku dengan mahar 500ribu, tapi justru istri bilang “Cuma 500rb mas?”. Aku bingung dengan kata istriku itu, apakah istriku ini matre. hahaha 😀

Akhirnya aku menawarkan lagi “bagaimana kalau 515 ribu?” hehehe. Dia tertawa dengan pertanyaan konyolku.

Akhirnya dia menjawab dengan lemah lembut “171 ribu saja”.

“Kenapa ganjil banget sih?” Tanya ku lagi

“Karena angka itu ada artinya buatku” jawab istri sembari menjelaskan arti dari angka 171 ribu tersebut.

Dan yang perlu diingat, bahwa seorang wanita yang baik itu tidak akan mempersulit dan menyusahkan calon suaminya dalam urusan mahar. Sebagaimana Rosululloh pernah mengatakan :

Sebaik-baiknya wanita ialah yang paling murah maharnya. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi)

Baca juga : Kado Special Pernikahan yang anti mainstream

2. Tanggal Pernikahan

Menghitung hari baik dan tanggal baik untuk pernikahanPernah aku berdebat dengan Muniroh Faruq (Author Cinta1668) perihal tanggal cantik untuk pernikahannya. Dia tetep ngotot perihal tanggal lahirnya akan dijadikan tanggal pernikahannya juga.

Ok fine, Terserah kamu aja Cin, wkwkwkwk 😛

Nah dari situ, tanggal ini juga merupakan hal yang perlu dibicarakan dengan pasanganmu kelak. Bisa saja calon pasanganmu itu semacam si Cinta yang tetep ngotot dengan tanggal tersebut. Kan nggak enak juga kalau perihal semacam tanggal, membuat pernikahanmu batal maupun mundur tahun depan.

Terlebih lagi bagi orang Jawa yang adatnya sangat kental. Yang musti harus mencocokkan weton tanggal lahir pasangan terlebih dahulu, baru bisa menemukan tanggal baik dengan mengunakan rumus aritmatika kuno yang bahkan Einstein dan Newton pasti binggung dengan cara menghitungnya.

Orang tua yang berdasar adat seperti ini juga sedikit agak susah untuk dirunding, jadi ada baiknya di bicarakan terlebih dahulu dan di musyawarakan sampai ketemu mufakat. Sebab apapun yang di yakini oleh para orang tua adalah yang terbaik bagi anak-anaknya. Terlebih lagi Ridho orang tua juga merupakan Ridho Lillahi, bukan?

Dan semoga, apapun keputusan tanggal pernikahan yang ditentukan. Percayalah semua hari dan tanggal itu baik.

Baca juga : Hal-hal sederhana yang wajib ada untuk meningkatkan kualitas hubungan berkeluarga

3. Tinggal Dimana Setelah Nikah

Membicarakan tentang tempat tinggal setelah menikah itu sangat perlu sekali. Seandainya tidak dibicarakan, justru akan muncul ketegangan setelah pernikahan.

Seperti disaat kita sudah mempunyai rumah sendiri yang sudah kita siapkan sebelum pernikahan. Akan tetapi pasangan kita tidak begitu suka dengan suasana lingkungan tempat yang akan di tinggali.

Ataupun saat binggung harus tinggal dengan mertua atau dirumah sendiri. Karena belum punya rumah akhirnya memutuskan satu minggu tinggal di rumah ibu sendiri dan seminggu kedepan baru tinggal di rumah mertua. Ataupun tinggal di tempat yang lebih dekat dengan pekerjaan.

Intinya coba dibicarakan terlebih dahulu untuk kesediaan pasangan untuk bisa tinggal dengan mertua (ibu kita) setelah menikah, atau dengan tinggal dirumah sendiri meskipun berupa kontrakan. Biar tidak ada salah paham dan ketegangan yang seharusnya tidak terjadi di awal pernikahan

4. Mengurus Pekerjaan Rumah

Wanita yang baik itu adalah wanita yang bisa mengurusi pekerjaan rumahUntuk mengurusi pekerjaan rumah, juga harus dibicarakan sebelum pernikahan itu di gelar.

Biasanya para wanita yang akan diserahi tanggung jawab dalam pekerjaan rumah. tapi apa salahnya kita membuat komitment agar pekerjaan rumah bisa dikerjakan berdua, mungkin dibagi sama rata.

Mungkin suami bisa mencuci, dan menyapu sedangkan wanita tugasnya memasak, belanja kebutuhan dapur, menyetrika dan lain-lain.

Tapi, kebanyakan para lelaki menikahi istri yang bekerja keras, rajin dan rapi dalam pekerjaan rumah. karena istri akan bertanggung jawab atas pekerjaan rumah dan mengurus anak nantinya.

Tapi para lelaki juga tidak serta merta lepas tangan dalam mengurus pekerjaan rumah dan hanya fokus dengan mencari nafka. Itu tidak adil.

Bagaimana kalau calon istri masih belum terbiasa dengan pekerjaan rumah? bisa saja dia merupakan wanita karir yang jarang berada di depan kompor dan piring-piring kotor?

Mungkin kalian berdua bisa mendiskusikan tentang hal ini, tentang berbagi rata pekerjaan rumah, ataupun dengan menyewa pembantu rumah tangga. Tapi alangkah indahnya jika seorang wanita mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tidak harus ahli dalam hal itu, semua butuh proses agar suatu saat rumah tangga akan menjadi dinamis dengan pengatur rumah terhebat di dalamnya.

Baca juga : Jangan beranggapan istri tidak bekerja, akan menganggu perekonomian keluarga

5. Membicarakan Tentang Finansial

Biasanya masalah finansial ini paling sensitif untuk dibahas namun tak ada salahnya kita berdiskusi tentang keuangan sebelum pernikahan. Bukan hanya keuangan untuk membuat resepsi saja, kita juga harus berdiskusi tentang masalah keuangan ini setelah menikah nantinya.

Dimulai dari menceritakan besar gaji tiap individu, mungkin dengan melihat besarnya gaji, kalian berdua bisa merencanakan menagemen finansial yang lebih baik. Bisa jadi dengan membicarakan apakah pasangan wanita lanjut bekerja juga atau cukup dengan mengurusi keperluan rumah tangga dirumah.

Atau kalian bisa membicarakan pengeluaran yang mungkin terjadi selama sebulan. Bkalian bisa merinci barang-barang apa saja yang dibutuhkan untuk perawatan seorang wanita, ataupun kalian juga bisa membicarakan tentang hari liburan atau hari refresing tiap minggu atau dua minggu sekali dan merencanakan anggaran yang bisa dikeluarkan untuk itu.

Dengan begitu, Mengetahui finansial masing-masing ini sangatlah penting untuk masa depan kalian berdua. Jadi diskusikan dulu masalah keuangan dengan pasangan kamu, agar masa depan dengan pasangan kamu juga bisa terjamin soal keuangan nantinya.

Baca juga : 4 Hal yang mungkin menjadikanmu semakin Dewasa

6. Membicarakan Tentang Calon Anak

Ingin punya anak berapa setelah menikah?Kamu juga harus berpikir soal anak sebelum hari pernikahan, biasanya ada sebagian pasangan yang tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu. Mungkin nunggu beberapa tahun lagi biar finansial keluarga stabil terlebih dahulu.

Bicarakanlah terlebih dahulu kepada pasanganmu, sebab membicarakan masa depan dengan pasangan apalagi perihal anak, adalah cara terbaik menunjukkan rasa cinta yang serius pada pasangan.

Juga, bisa jadi pasanganmu ingin agar karirnya tidak putus gegara melahirkan seorang anak, mungkin seperti dalam waktu dekat mau menghadapi semester akhir dan skripsi. Mungkin dia ingin mempunyai anak setelah lulus dari kuliahnya terlebih dahulu.

Atau perihal bertanya tentang berapa anak yang ingin dilahirkan?

Ini meyenangkan sekali membicarakan tentang hal itu. Coba deh saat sebelum menikah, kamu bicara kepada pasanganmu “ingin punya anak berapa?”.

Dulu aku dan istri sepakat ingin punya anak 6, sebelumnya aku minta 11 gitu, tapi istriku minta diskon, akhirnya kita merencanakan mempunyai 6 anak di masa depan. hahaha 😀

Baca juga : Sudah pingin adik lagi! Secepat itu kah?

Setelah kita jalani pernikahan kita, dan mempunyai seorang bayi. Ternyata mengurus satu bayi itu cukup melelahkan. Akhirnya kita diskusikan lagi dan kita sepakat untuk mempunyai 3 anak saja. Dua sudah lahir, jadi kurang satu lagi di masa depan. Hihihih. Aamiin

*****

Yah seperti itulah sedikit banyak hal yang perlu di bicarakan sebelum memutuskan menikah menurutku.

Menikah memang tidak semudah yang dibicarakan orang, terlalu dini kalau kita hanya memikirkan menikah itu perihal tentang kebahagiaan saja.

Tapi, menikah juga bukan sesuatu yang ahrus di takutkan, kita cukup berusaha yang terbaik untuk hubungan berdua, juga untuk kebahagian antar keluarga. Karena Menikah itu untuk Berbahagia Bersama

 

#RuangObrol #Obrolin #BeforeMarriage

Ainur Irawan

Iklan

40 pemikiran pada “Hal-Hal Yang Perlu Dibicarakan Antara Calon Suami Dan Istri Sebelum Hari Pernikahan

  1. Mas aku pernah bntu memesankan masku hiasan buat mahar yg dipajang gitu, tryata uangnya palsu loh mas, yg asli ntar dikasiin k istriny lngsung, yg buat hiasan cm simbolik doang..
    Di kluargaku lmyan ribet klo ngomongin tanggal, soalny gk bss smbrang tgl skian, hrus ngitung pendak kmtian sesepuh, klhran, wes pnjang🤔

    Disukai oleh 1 orang

  2. Pernah denger di ceramah suatu pernikahan kalau mahar seperangkat alat sholat dan Al Qur’an itu tidak sekedar dimaknai barangnya. Tapi artinya suami bertanggungjawab mengajarkan sholat dan ngaji (isi Al Qur’an) selama hidupnya.
    Entah sih, wallahu a’alam.

    😀

    Disukai oleh 2 orang

  3. Yap. Menikah itu soal bahagia bersama. Itu intinya klo sy tangkap. Klo udah tahu itu dmi bhgia brsama, tentu tips keren di atas mmang prlu dibicarakan, hnya sj klo sy urusan anak hrus brpa itu tergantung ap mksud pny bnyk anak atau pny sdikit anak.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Kayaknya saya mahar juga nggak mahal2 he he he…. soalnya klo terlalu besar malah mengira si istri matre. Belum2 udah minta mahar yg gede, ntar klo udah rumah tangga minta apa lagi. Jadi pusing sendiri mua ha ha……

    Disukai oleh 2 orang

  5. Ditulis oleh orang yang sudah berpengalaman membuat saya cuma manggut manggut-senyum senyum-sambil terus berdzikir “ohh iya iya.. Ih iya ik .. Bener juga” hahaha
    Sukak banget! Noteddd deh buat besok kalau semisal saya mau menikah wkwkk biar nggak luppaa (krn masih sekitar 5-6 tahun lagi) wkwkk

    Disukai oleh 1 orang

  6. no 2…teteeeep Cinta mah mau egois di tgl itu aja heee 😁😁😁

    no. 4…dibagi2, boleh ugak! 😍. Tapi tapi…anu…masalahnya, Cinta ga bisa masak mas Nur Ir, udah lupa juga beberapa nama bumbu dapur 😄😅😂

    Disukai oleh 1 orang

  7. Ping balik: Nikah Nunggu Mapan!, Mau Sampai Kapan? | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s