Cerita Konyol Tentang Poligami


Syarat poligami

Source image by google.com

Sejak kemarin aku mulai malas untuk menulis sebuah cerita untuk blog ini. Entahlah, ada banyak hal yang aku fikirkan dan aku kerjakan belakangan ini.

Dan rencananya aku juga tidak ingin menulis hari ini, kemarin saja, kebetulan aku dikirimi musikalisasi puisi yang dibuatkan oleh salah satu teman. Dan akhirnya aku post di soundcloud dan di blog ini.

Tapi…

Beberapa waktu yang lalu, selepas rehat jam kerja. Aku biasanya menikmati kopi dengan temanku di sebuah warung dekat perusahaan. Aku mendengarkan beberapa orang yang satu perusahaan yang sama denganku mengobrol asik tentang sesuatu hal.

Perihal “Istri Berlebih”.

Kata salah satu orang (Leader di perusahaanku) mengatakan bahwa orang yang menikahi istri lebih dari satu, itu “Geblek”. Terdengar beberapa kawan lain yang mendengarkan cerrita itu tertawa.

Akupun juga tertawa walupun tempat aku dan dia duduk tertutup oleh sebuah tembok. Masalahnya orang yang mengatakan hal demikian itu adalah orang mempunyai 2 orang istri juga. Berarti dia “Geblek” juga dong, batinku.

Dia membahas cerita tentang seorang selebritis Indonesia yang cukup terkenal, menikahi 7 orang wanita. Dan kebanyakan dari wanita itu dinikah secara sirih.

Katanya lagi, Biarpun dia seorang Kyai (ulama) kalau sudah menikahi istri sampai 2 orang atau lebih, berarti dia ulama yang nggak bener.

itu kan masih Sunnah Rosul” Kata seorang kawan lainnya menanggapi.

Sunnah rosul gundulmu, Rosulullah menikahi istri-istrinya karena ingin menjaga dan melindmungi wanita tersebut. Dan kebanyakan wanita yang di nikahi Rosulullah adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya karena perang. Bukan karena nafsu kayak ulama-ulama zaman sekarang, begitu terangnya.

Aku meng-iyakan jawabannya dalam hati, dan pada kenyataanya memang Rosulullah mempunyai banyak istri.

Sedangkan, para ulama ini, ngakunya pada wartawan tidak menikahi wanita tersebut. Tapi setelah di desak dengan berbagai bukti, baru mengakui telah nikah secara sirih. Apa gak “Geblek” namanya, Ulama Edan, Cetus beliau.

Dan kebanyakan yang dinikahinya adalah wanita yang masih perawan, nah kelihatan banget kan, nikahnya pengen yang masih kingis-kingis dan binal. Tambahnya lagi

Lagi-lagi aku tersenyum (ketawa terbahak-bahak yang disimpan dalam hati dan imagie) saat dia mengatakan “geblek” dan “binal” itu.

Perihal Hukum Poligami

Perihal Hukum Poligami - ustan arifin ilham berpoligami

Source image by Tribunnews.com

Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa’ [4]: 3).

Islam memang membolehkan kepada seorang laki-laki untuk beristri lebih dari satu orang, asalkan dia mampu. Mampu berlaku adil, mampu menafkahi secara lahir batin dengan adil.

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3).

Kedua ayat tersebut cukup memberatkan bagi kaum wanita yang harus merelakan suaminya di bagi dengan istri yang lain.

Di negara Indonesia, mayoritas masyarakat indonesia secara sadar atau tidak, akan merasa alergi dengan kata “poligami”. Padahal menurut hukum sudah jelas bahwa poligami itu di anjurkan secara syariat oleh agama. Tapi tetap dengan ketentuan bagi yang mampu.

Seperti kasus Aa gym dulu. sempat beliau di eluh-eluhkan dengan ceramahnya yang luar biasa. Akan tetapi saat beliau memutuskan untuk poligami, seakan-akan semua lapisan masyarakat menyalahkan beliau, padahal yang beliau lakukan juga tidak melanggar hukum dan halal menurut agama.

Baca juga : Sebuah aturan kehidupan

Bagaimana jika Istri pertama tidak mengizinkan?

Pasti akan ada pertanyaan tentang hal ini. Istri mana coba, yang mau mengizinkan suaminya di bagi-bagi dengan wanita lain.

Coba kamu renungkan dan bayangkan jika pacar yang kamu sayangi membagi cintanya dengan wanita-wanita lain. Pasti sebelkan. Nah apalagi ini statusnya sebagai istri.

Pasti akan banyak pertanyaan tentang :

Bagaimana kalau istri menolak untuk di poligami?

Bagaimana kalau istri tidak memberi izin untuk suaminya menikah lagi?

Bagaimana kalau istri memutuskan untuk “pilih dia atau ceraikan aku”?

Karena pengetahuanku tentang hal ini sangat minim, aku searching tentang pertanyaan ini. Dan jawabannya sangat mencengangkan.

Dari berbagai media online seperti kabarmakkah.com, muslim.or.id , salamdakwah.com dan forumsalafy.net mengatakan bahwa Suami menikah lagi atau poligami tanpa izin atau sepengetahuan istri itu DI PERBOLEHKAN.

Aku nyengir baca ini, jadi kepikiran ingin nikah lagi, #eh, enggak ding becanda. Sumpah becanda, Ampun Manda.. hahahaha.

Sungguh aku kaget dengan artikel yang aku baca, ternyata boleh loh, Suami nikah lagi tanpa harus ada izin istri terlebih dahulu.

Jadi yang dikatakan kawan (leader yang aku bicarakan diatas) itu salah dong. Biarpun suami menikah lebih dari satu dan dinikahinya secara sirih dan tanpa sepengetahuan istri itu sah-sah aja.

Sebenarnya aku salut dengan seorang Leader yang aku bicarakan tadi. Beliau memang punya dua istri, tapi dia menikahi istri keduanya dengan persetujuan istri pertama. bahkan sah menurut agama dan sah menurut hukum di Indonesia.

Karena hukum di Indonesia mewajibkan “izin dari istri pertama” agar mendapat surat nikah yang legal dari Negara. Jadi memang tidak mudah untuk mendapatkan surat tanda menikah terutama untuk versi poligami, makanya banyak yang nikah secara sirih.

Baca juga : Selingkuh itu sebuah pilihan bagi seorang pengecut

Terus Manfaat Poligami Apa?

Manfaat poligami bagi laki-laki dan istri

Kalau menurutku, poligami bermanfaat juga bagi kalangan tertentu, anggap saja yang “merasa” mampu. Dari pada zina kan mending nikah lagi.

Terkadang ada juga laki-laki yang mempunyai sahwat tinggi yang pada intinya istrinya tidak bisa memenuhi nafkah batin si lelaki ini. Dari pada imannya rusak kan mending berpoligami.

Dan kadang juga seperti Istri yang belum dikaruniai anak, anggap saja mandul kalau kata medis. Mungkin dengan berpoligami, garis keturunannya si laki-laki akan tetap terjaga.

****

Tapi menurutku, Menikah secara sirih tanpa sepengetahuan istri itu loh yang membuat aku berpikir kembali.

Bukan..

Aku tidak sedang memikirkan untuk berkeinginan menikah lagi. Jikalau aku menikah lagi, tentu tetap dengan istriku yang sekarang, karena dari awal, aku sudah ijab-qobul 3 kali untuk memperbaruhi ikatan suci kita.

Justru yang aku pikirkan, bagaimana bisa dikatakan “adil” jika untuk mewujudkan poligami atau menikah lagi, harus bersembunyi dari istri pertama.

Bagaimana itu bisa dikatakan “Adil” jika untuk menikahi istri kedua, kita rela mengekang kebebasan istri untuk bahagia dengan mendiamkan dia dalam kesedihannya meratapi nasib harus berbagi cinta dengan orang lain.

Banyak orang membicarakan tentang dalil bahwa poligami itu di halalkan, Mereka berpedoman bagaimana Rosulullah mencontohkan dengan menikahi istri lebih dari satu. Mereka juga berfikir bahwa yang mereka lakukan itu benar dan mendapat pahala, walau harus tanpa seizin istri bahkan tanpa sepengetahuan istri sekalipun.

Padahal Rosulullah sendiri mengajarkan untuk berbicara jujur. Bagaimana kamu akan menjalani kehidupan rumah tangga jikalau kamu masih menyimpan rahasia diantara istri-istrimu.

Baca juga : Berbohong itu dosa, tapi berbohong juga kadang diperlukan

Ada baiknya mempunyai satu istri yang bisa membawa ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani hidup, dari pada mempunyai banyak istri, tapi kita tidak bisa berlaku adil yang bisa menyeret kita kelubang api neraka kelak.

Berpoligamilah jika kamu merasa mampu, tapi aku sarankan jangan. Menjaga dan meluruskan diri sendiri saja sungguh terasa berat, apalagi dengan membimbing istri dan anak kejalan yang di ridhoi-Nya. Terlebih lagi dengan 2 istri atau lebih beserta anak-anaknya.

Poligami itu tidak se-enak yang kau bayangkan karena ada tanggung jawab yang sangat besar. Renungkan lagi kawan!

 

#SaveSatuIstri #Obrolin

Ainur Irawan

Iklan

29 pemikiran pada “Cerita Konyol Tentang Poligami

  1. Aku blum pernah nemu laki laki poligami, yg istri ke 2 dst, lbh tua banget, scra fsik dan materi gk sbaik yg prtama, atau perlu d lindungi, yg ulama yg shrusny jd cntoh, cra poligaminy sja gtuu, huffft😌

    Disukai oleh 2 orang

  2. Tetaplah syari’at poligami tidak terhapuskan hanya karena banyak “oknum” yang memanfaatkan kebolehan poligami. Perihal niat itu perkara Allah, termasuk poligami. Aku tidak bisa membayangkan, apabila perkara sholat wajib sebagian besar dijalankan hanya karena “kewajiban” bukan karena ketelusan beribadah lantas didakwa “yang solat wajib karena kewajiban tok formalitas banget, itu geblek” sehingga perkara solat wajib seakan-akan suatu peribadatan yang “bermasalah” sebagaimana poligami.

    Ya… terkadang perlu mencari titik pandang dan penilaian yang adil dan benar. Poligami akan selalu menjadi perbincangan seru dan hangat. Hehehe 👍

    Disukai oleh 2 orang

  3. Sesuatu yang enak itu syaratnya banyak. Harus adil, harus bisa menghidupi dengan kosekwensi bekerja keras dan membanting tulang lagi. Harus bisa membagi waktu, harus kebal gunjingan orang.. waduuuuuh…. enak tapi gak bahagia.. mending satu aja kalau gak tahan konsekwensinya… hehehehe

    sepakat mas Nur. Jangan hanya karena nafsu kalau mau poligami, pertimbangan matang sangat diperlukan. Jika gak mampu, gak usah maksakan diri, nantinya ingin surga malah dapat neraka… 🙂 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. “bagaimana bisa dikatakan “adil” jika untuk mewujudkan poligami atau menikah lagi, harus bersembunyi dari istri pertama.”

    Iyes.we love you Bang Ir. Zuka deh.

    Disukai oleh 1 orang

  5. Intinya, Islam itu memperbolehkan poligami. Tdk mungkin disangkal. Itu sah menurut agama, tp ttp dengan syarat2nya itu td, dan sebaiknya jngn jumlahnya melebihi nabi, 😂

    Nah, kalau bagi saya, poligami itu sebaliknya, menyusahkan. Tdk semua tindakan rasul mesti dituruti, krn itu jman dan kasusnya yg berbeda. Masa dia dulu makan kurma skrg kita juga hari2 harus mkn kurma..beda lah.

    Bg sya, mempunyai “cinta” lebih dari satu itu hanya menambah duka, krn cinta sejati itu obyeknya mesti satu, bkn terbagi-bagi. Tanyalah kpd para wanita sedalam dlm hati mereka, tp yah …. klau udah terdoktrin gmna jg ya…

    Intinya suka2 lu aja dah, spnjng ttp bs kondusif.

    Suka

  6. skrg perbandingan jumlah laki2 dan perempuan 1:50 mas..klo ga poligami, trus gmnaa tuu cwe2 yg masih pada jomblo. Walapun aq juga ga setuju klo hrs dipoligami…hehee

    Disukai oleh 1 orang

  7. di tempat kerja juga ada orang yg lagi mau nyari istri ke-2. dia suka doktrin2 cewek2 muda buat mau dipoligami. yaaaah.. kelihatan banget itu “nafsu yg mengatasnamakan sunnah”… padahal yg wajibnya saja belum jelas heu…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s