Jatuh Pada Cinta Yang Tak Dirindukan


Obrolin Monthly challenge - Cinlok - Cinta yang tak dirindukan

Diwaktu SMA, aku mempunyai teman akrab sebut saja Aming, dia jatuh cinta dengan seseorang wanita yang juga satu kelas denganku, sebut saja Bunga. Temanku ini sudah jatuh cinta sejak pertama kali masuk di kelas pertama.

Entah apa yang membuat temanku ini jatuh cinta. Wanita itu memang putih, kulitnya halus karena aku juga pernah pegang tangannya :D, rambutnya bagus walau tidak rebonding, wajahnya juga cantik, setidaknya banyak juga yang mengannggap dia cantik.

Mungkin aku terlalu lugu untuk memahami perasaan temanku ini, namanya juga cinta, walau apapun kekurangannya, dia tetap cinta bukan.

Temanku ini sering berkorban banyak untuk kebutuhan si wanita ini, seperti pernah membuatkan tugas laporan dan makalah, pernah dengan sukarela ngeprintkan 200 halaman gratis untuknya, tapi untuk kita-kita (cowok) dikenai tarif.

Cinta itu butuh pengorbanan, tapi usahakan pengorbanan yang tidak membuatmu jerah dan menanyakan lagi tentang keadilan

Hingga akhirnya, penolakan terus saja terjadi padanya, walaupun begitu, tetap saja rasa cinta itu ada untuk si wanita tersebut. Dari sini aku mempelajari bahwa Cinta itu buta dan penuh kegilaan.

Lain ceritanya dengan salah satu temanku yang lainnya. Dia juga cinlok dengan sekelas. Sebut saja dia melati. Dan cowok yang disukainya merupakan cowok cool, cuek dan syar’i banget dikelas ku, sebut saja dia Paijo.

Seperti halnya si Aming tadi, bahwa mencintai itu hanya soal suka menyakiti diri sendiri, yah begitulah aku mengartikannya. Kedua cinta lokasi itu hanya cinta sepihak, memberi tanpa ada yang menerima. Endingnya tentu saja luka yang terus terpendam dengan dalih untuk persahabatan.

Sejak saat itu, aku memutuskan untuk tidak mencintai orang yang sama dalam satu lingkungan, terlebih lagi dengan sahabat sendiri. Karena aku berpikir jika cinta itu tersakiti, jelas akan ada keretakan dengan hubungan sebelumnya. Bisa jadi sahabat jadi benci hanya karena suatu cinta yang tak pasti.

Baca juga : Cinta itu harus rela tersakiti, agar bisa memahami arti cinta yang sebenarnya

***

Obrolin Monthly challenge - Cinlok - Cinta yang tak dirindukan

Source image by Stocksnap.io

Hingga aku beranjak dewasa, kembali aku meneguhkan untuk tidak jatuh cinta dalam satu lokasi. Bahkan aku pernah menyombongkan diri tentang itu.

“Cinlok, elo aja kali, gue enggak!”.

Dengan pedoman itu, aku mencari wanita-wanita single diluar sana untuk bisa dijadikan sandaran hati hingga tua nanti. Beberapa kali ada karyawan cewek baru yang masuk, pandanganku tetap mengacuhkan hal itu.

Beberapa kali aku jalan dengan berbagai wanita, dari anak SMP (waktu itu masih baru masuk kerja, umurku 19 tahun, hahaha :D), Anak SMA, Wanita bekerja, Wanita pengangguran tanpa acara, Wanita kuliahan bahkan pernah juga jalan dengan janda. Btw, jalan disini bukan berarti pacaran loh yah, hanya untuk mengenal lebih jauh aja.

Dulu sempat kepikiran ingin mempelajari karakter wanita juga, jadi suka aja jalan dengan lawan jenis.

Yang paling aku suka dari mereka adalah tentang mendengar curhatannya yang kadang nggak begitu penting. Kadang ada yang nyeritain mantannya, nyeritain suasana kelas di SMA, dan yang mengerikan itu disaat mendengarkan cerita seorang janda yang mengalami kehancuran rumah tangganya.

Aku belajar banyak dari pengalaman itu, meskipun begitu, hatiku belum menemukan tempat yang pas untuk bersandar.

Baca juga : jika kau jodohku, Kenapa tidak kunjung datang?

****

Aku sih tidak menargetkan wanita impianku itu harus semanis Maudy ayunda, ataupun senyumnya seperti Pevita pearce, dan seindah suaranya Dinda firdausa.

Dulu aku cuma mempunyai prinsip, wanita manapun yang mengingatkanku akan Sholat saat aku ajak jalan, dia akan mendapatkan nilai plus di hatiku.

Dan dari sekian banyak wanita, hanya ada dua orang saja mengingatkan hal itu. dan salah satunya adalah istriku sekarang. Dia merupakan rekan kerja satu shift denganku, dan dia juga adik kelasku saat SMA dulu.

Awalnya, aku tak ada niatan secuilpun untuk jatuh cinta kepada istriku ini, sejak awal berjumpa, Dilihat dari fisiknya yang begitu mungil, terkadang bau tubuhnya lebih tercium bau fresh***. Itu menunjukkan dia sakit-sakitan menurutku, terlihat dari tubuhnya yang kering kerontang juga, hahaha 😛

Dimana-mana, cewek kecil itu akan jadi bullian cowok yang tinggi besar, dan kebetulan, selain admin, istriku ini sering dijadikan pembantu operator saat shift malam. Dan aku merupakan operator yang satu shift dengannya.

Aku paling suka mengerjainya, dari aku suruh ambil barang yang sulit diraih oleh tubuh mungilnya itu. Sering juga aku menaruh dan menempelkan kedua telapak tanganku pas di kedua telinganya, dan aku mengangkatnya hingga dia melayang dikit. Dia selalu marah saat aku melakukan itu, dan seharusnya semua orang diperlakukan kayak gitu, tentu akan marah :P.

Hingga akhirnya aku diajak kerumahnya bersama teman yang lainnya. Aku melihat gadis ini sangat berbeda dengan yang aku kira. Yang awalnya aku mengira dia gadis yang manja dan tidak bisa apa-apa. Semua itu sirna saat aku berkunjung kerumahnya.

Dia sudah piatu sejak kelas 4 eS De, Dia anak terakhir dan jauh sekali selisih umurnya dengan kakak-kakaknya. Dan yang paling penting, ternyata dia putih banget saat buka jilbab dan aku terpesona saat itu juga. Selain itu, aku baru nyadar bahwa gadis kecil ini sering ndaki dengan komunitas pencinta alam. Byuset dah, padahal kakinya kecil banget loh. 😛

Baca juga : Wanita bertubuh mungil lebih menarik dan dikagumi para pria

Biarpun begitu, perasaanku masih dalam tahap terpesona saja, belum tertarik menjerumus suka maupun cinta. Dan barulah kusadari bahwa aku benar-benar suka disaat dia sudah berdekatan dengan orang lain, hiks 😥

Ceritanya, saat camping kecil-kecilan di salah satu tempat pariwisata Trawas. Aku dan 8 orang lainnya termasuk istriku ini mengadakan acara bertahan 3 hari di alam terbuka. Sebenarnya tema ini agak sedikit lucu, lah tempat campingnya juga tidak jauh dari warung nasi dan kopi. yah mudah banget bertahan selama 3 hari itu Hahaha 😀

Tapi selama 2 hari 3 malam, kita makan dari hasil karya sendiri loh, bukan beli di warung nasi disebelah. Cuma kadang aku membeli kopi disana pas malam hari, hahaha.

Di waktu sore, si Dewi (Nama Istriku tertjinta) ini mengajakku ke sebuah air terjun dekat bumi perkemahan tersebut. Dia bercerita banyak hal saat dijalan itu, dan aku tak merasakan ada yang aneh, karena aku masih menganggapnya sebagai teman waktu itu.

Aku belikan sepotong jagung bakar dekat situ, kita menikmatinya sambil bercerita di pinggir jurang yang berkedalaman 5 meter. Dan sampai kita kembali ke tenda, perasaanku juga masih tetap sama.

Hingga diwaktu malam hari, aku kaget setelah kembali dari warung kopi, aku melihat teman kerja juga. Yang aku kagetkan, kenapa si Dewi merasa malu-malu didepannya.

Aku tidak begitu paham dengan keadaan ini, dan akhirnya dijelaskan sahabat baikku bahwa ini adalah surprise buat Dewi yang sedikit memendam rasa suka kepada teman yang baru datang itu.

Disaat semua orang merayakan malam dengan musik dan api unggun, yang aku rasakan adalah perasaan aneh  yang menyeruak di hati dan pikiranku. Sempat aku bertanya-tanya tentang perasaan ini, apakah ini yang namanya cemburu?

Aku memutuskan untuk pamit tidur terlebih dahulu ke tenda, dan pada kenyataannya, aku tidak bisa tidur sama sekali semalaman itu. Jam 3 pagi aku pergi ke warung kopi lagi dan menghabiskan banyak rokok hingga subuh.

Aku sholat shubuh terlebih dahulu, setelah itu, aku membangunkan teman-teman yang lainnya. kemudian aku lari pagi disekitar sawah dan merenung disana, yah aku lari dari kenyataan bahwa aku telah jatuh cinta kepadanya.

Baca juga : Apa salahnya jatuh cinta?

****

Obrolin Monthly challenge - Cinlok - Cinta yang tak dirindukan

Source image by Stocksnap.io

Aku berusaha untuk memendam rasa ini begitu lama, walaupun aku tetap merasa cemburu saat dia mendapat message darinya. Aku menyadarkan diriku sendiri bahwa apa yang aku rasakan adalah cinta sesaat, rasa kehilangan teman bullian yang sedang berdekatan dengan orang lain.

Entah kenapa, semakin aku ingkari, semakin berat rasa tersakiti ini menggerogoti. Akhirnya aku memberanikan diri untuk pertama kalinya menyatakan perasaan cinta pada seseorang. Eh bukan sih, sebelumnya aku juga pernah melakukan itu, tapi dalam tahap main-main, hahaha. Dan diterima juga walau harus putus 2 minggu setelahnya.

Aku sendiri memang tidak ingin pacaran, bagiku pacaran itu sama halnya dengan gebetan, sama-sama tidak punya status yang jelas. hahaha 😀

Dan untuk pertama kalinya ada cewek yang berani nolak aku, itu syedih banget rasanya, hahaha :D.

Alasanya simple, yang nembak adalah cowok baik yang paling nyebelin sedunia, sementara ada pria yang jauh lebih baik lainnya yang mencintainya dan tidak pernah jalan dengan wanita lain sebelumnya.

Dan alasan lainnya, dia juga masih punya pacar LDR-an yang nggak jelas keberadaanya dan batang hidungnya selama 3 bulan belakangan ini.

Disaat kedekatan dengan pria itu hampir berhasil, mantannya tiba-tiba muncul dan membuyarkan semua kenangan indah bersamanya, hahaha :D.

Akhirnya pria satu mundur dan aku juga terlempar jauh kebelakang. Syeediiih 😥

****

Udah ah, capek banget nulis cerita kayak gini, menguras emosi dan jiwa, hahaha :D. Biarlah ceritanya jadi Sad ending, yang penting kenyataannya sekarang, aku bahagia dengan dikaruniai dua anak dari cinta yang tak dirindukan itu. 😀

Dan terakhir, Aku mau ikutan bang Rahman ah, yang selalu memberikan pesan moral di ending ceritanya.

Pesan moralnya : Jangan bermain-main dengan Cinta, Karena Cinta Nungki Lestari gak mau dipermainkan, hahahaha 😀

 

#Obrolin #OMCAgustus #Cinlok #YukMenulis

Ainur Irawan

Iklan

50 pemikiran pada “Jatuh Pada Cinta Yang Tak Dirindukan

  1. Kenapa ceritanya setengah-setengah? Kok nggak dilanjutkan sampai tuntas saja sampai menikah, meskipunkayaknya saya pernah baca kisah tersebut sepotong-potong dalam postingan sebelumnya 😀

    Disukai oleh 2 orang

  2. Pesan moralnya sgt membuatku terkesan, 😅😅😅
    Aah ku terharu baca ini…
    Sprti menemukan sisi lain mas nur …

    Dn aku penasaran kelanjutannya hingga bsa sampai menikah

    Suka

  3. Aduh, quote paling akhir legend banget itu, mas. Mesti dimuseumkan.
    Cara paling kejam utk tahu apakah kita suka sama org itu atau tidak, adalah dg membiarkan dia jalan dg orang lain, lalu rasakan seperti yg mas ir rasakan, haha.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ini kayak main bola udah oper sana sini nunggu ngegolin tapi gak jadi. Mau lihat golnya udah ketutup iklan dan ditimbun program lain. Ah. Mas Nur ini.. 😟

    Pesan moralnya ngena banget ya Mas. Anjay.. haha.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s