Sebuah Kemenangan Dan Kenangan Masa Lalu


Foto sebelum berangkat menuju lapangan sepak bola – Dan aku jadi kameramen aza

Tiap tahun, aku dan para pejuang kemerdekaan RT/RW  berjibaku dalam lomba Agustus-an. Aku sendiri jarang ikut lomba apapun yang diselengarakan, soalnya kebanyakan lobanya kurang menantang.

Adanya cuma lomba makan kerupuk, panjat pisang, balap karung dan permainan anak-anak lainnya. Kurang menantang kalau menurutku, coba kalau lombanya panjat dan pinang anak gadis pujaan, atau lomba rebut kembali mantan yang pernah hilang atau lomba balapan mengisi hati sang bunga desa pujaan semua orang. Hahahaha pasti seru.

Lomba yang selalu aku ikuti tiap tahunnya adalah lomba sepak bola berdaster antar RT. Syaratnya cuma pakai daster dan diusahakan pemainnya minimal sudah kepala tiga, atau sudah menikah. Asli berdomisili menurut batasan RT masing-masing.

Hari selasa 22 Agustus kemarin adalah hari pertama kami melawan RT sebelah, kami RT. 03 selalu menjuarai 2 tahun terakhir secara berturut-turut. Dan lawan kami hari itu adalah RT.02 yang tahun kemarin juara 2 setelah kami taklukkan di adu pinalty.

Sebelum bertanding, kami sudah menyiapkan berbagai pernak-pernik pertandingan, salah satunya dengan menghiasi diri dengan coretan-coretan bendera atau lainnya. Ada juga yang rela pergi ke salon untuk berdandan. Coba deh lihat foto dibawah ini:

Pasangan maskot baru, Minche dan Susi 😀

Jangan tanyakan fotoku, aku cukup pemalu saat difoto, apalagi kalau pakai daster juga, jadi yang dishare foto orang lain aza 😀

Mereka berdua adalah ketua RT.03 dan tetangganya, Ditahun kemarin ketua RT berdandan menjadi Avatar Aang dengan mewarnai kepala botaknya dengan garis panah merah dan putih hingga sampai pundak.

Foto saat kemenangan final tahun lalu – Dua orang yang berfoto sambil tiduran adalah maskot avatar dan joker

Saat pertandingan dimulai selama 2×30 menit, kamipun menang 4-1 dipertandingan sore itu. Dan aku hanya masuk di babak kedua mengingat lawannya kebanyakan sudah berumur. Jadi agak nggak enak juga turun kelapangan, karena begini-begini aku masih muda banget, hihihihi.

Dan tadi sore, hari kamis tanggal 24 Agustus 2017, Kami bertanding kembali di Final melawan RT bebuyutan, RT.01. Sejak aku masih kecil, rivalitas antara kedua RT ini sudah tesaji begitu lama hingga sekarang pun aroma gengsi dan rivalitas tetap sama.

Kedua RT sama-sama tidak ingin kalah, kekalahan akan menjadi buah bibir di masyarakat, yang kalah akan di hina apalagi disaat kumpul di karang taruna. Jadi mau tidak mau, yang turun tadi sore kebanyakan didominasi oleh para pemuda. Pertandingan yang aslinya buat guyonan dan hiburan, kini menjadi adu gengsi dan ambisi untuk mencari kemenangan demi harga diri.

Entahlah, kenyataannya pertandingan tadi sore cukup panas luar dalam, aku hanya memainkan sebisaku tanpa harus terprovokasi main kasar. Karena aku sendiri paling tidak suka dikasari, apalagi di hianati, hiks…

Dan Alhamdulillah, kemenangan kami ditentukan oleh adu pinalty dengan score 1-1 (5-4 untuk pinalty). Dan kamipun kembali menjuarai piala bergilir ini untuk ketiga kalinya.

****

Kemenangan Masa Lalu Dan Duka Beberapa Hari Ini

Perihal kemenangan tadi, kembali aku teringat kemenangan manis tahun lalu. Saat itu pamanku yang menjadi maskot dalam pertandingan itu.

Maskot dengan dandanan luar biasa. Ketua RT dengan avatarnya, dan pamanku memakai popok dewasa dan mukanya di warnai selayak joker, tapi warnanya merah dan putih.

Dan setelah kemenangan tadi sore, malamnya aku menghadiri tahlilan 7 harinya pamanku tersebut.

Rasanya sepi tanpa adanya beliau, pamanku ini cukup terkenal di desa. Bahkan kebanyakan orang juga menyayangkan kepergiannya saat acara agustusan seperti ini.

Foto acara agustusan tahun lalu – btw kadang aku tidak begitu menyukai saat anakku di gendong Alm. pamanku sembari bawa rokok, karena aku sendiri tak pernah merokok saat berada dirumah

Beliau sakit sejak lebaran kemarin, dan beberapa kali opname dan terakhir menghembuskan nafas terakhirnya bertepatan aku cuti kerja hari jum’at tanggal 18 Agustus kemarin.

Tak pernah aku berpikir mengambil cuti ini untuk melayat jenazah pamanku sendiri, padahal aku mengambil cuti untuk istirahat dirumah dan menikmati libur panjang karena hari kamisnya juga tanggal merah.

Justru cutiku itu hari-hari terberatku, selain aku juga sakit tepat tanggal 17 agustus, juga rasa capek kesana kemari menjengut paman di rumah sakit, dan akhirnya beliau juga menghembuskan nafas terakhirnya pada hari jum’at di rumah sakit.

Selain hal duka itu, kabar buruknya adalah perihal gadgetku yang juga tiba-tiba sekarat tidak mau menyala. Akhirnya kembali aku memakai Handphone zaman dahuloe yang masih aku simpan dilemari masa lalu, Hanphone tanpa bisa di install Whatsapp’an begitupun juga dengan bersurfing ria atau blogwalking ke blog teman-teman lewat mobile.

Jadi jangan kangen yah para penghuni Group Obrolin dengan tanpa kehadiranku disana. Doakan saja, biar aku cepat mendapat Gadget yang baru dan bisa mengompori (baca: menyemangati) kalian lagi di group tercinta kita.

See you, dan jangan lupa tetap tersenyum biarpun hatimu resah dan luka 🙂

 

#Obrolin #LombaAgustusan #SemogaEngkauTenangPaman

Ainur Irawan

Iklan

22 pemikiran pada “Sebuah Kemenangan Dan Kenangan Masa Lalu

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s