Wanita Yang Menakutkan Dan Mengagumkan


Mungkin benar kalau kebanyakan Suami itu takut Istri, ah bukan…, mungkin lebih tepat bukan ketakutan yang mutlak, tapi lebih untuk mengindahkan dan malas meributkan hal yang tak begitu berkepentingan.

Aku selalu senang dengan sikap Shikamaru dan Shikaku dalam serial Naruto. Mereka berdua sama-sama suami yang patuh dengan istrinya. Shikaku selalu patuh dan diam saat meladeni omelan istrinya, bahkan shikamaru pernah bertanya “kenapa ayah harus memperistri wanita segalak ibu ini”

Dan jawaban shikaku cukup membuatku merasa senang dan mengiyakan bahwa jawaban itu benar-benar tepat mengkondisikan apa yang aku rasakan. Kata Shikaku “Ada kalanya ibumu memperlihatkan sisi manisnya juga kok”.

Dari situ aku menyadari bahwa Suami takut istri itu tidaklah salah, pada dasarnya memang lelaki itu malas untuk mempeributkan hal seperti itu. Terkadang omelan istri itu memotivasi diri juga bisa dianggap musik dipagi hari, hahaha.

Entahlah, bagiku aku tidak takut dengan istri, tapi lebih menghargai posisi dia sebagai wanita yang memang suka meributkan hal kecil. Seperti tentang tata letak yang tidak sesuai keinginanya misalnya.

Bagiku meletakkan barang itu nggak harus se-perfeck itu, yang penting berada ditempatnya dan itu udah beres, sedangkan istri meributkan kalau barang ini ahrus diletakkan diatas agar tidak bla.. bla.. bla….

Dan aku menyadari bahwa hal yang dilakukannya memang benar, dan tidak salah. Hanya saja, wanita memang suka mengomel apalagi pas bulannya mau datang.

Beberapa hari yang lalu, eh kemarin istriku sedikit sebal karena ulahku. Sebenaranya hanya meributkan masalah daging kambing yang mau aku buat sate hanya untuknya. Karena kemarin aku janji akan mebakarkan sate dengan caraku, karena disaat berkunjung kerumah kakak ipar, dia harus memakan sate yang tidak begitu matang karena di bakar dengan arang yang dilapisi besi diatasnya.

Niatnya sih biar tidak cepat gosong dan lebih mudah untuk membolak-baliknya, tapi berbanding terbalik dengan rasanya.

Nah sewaktu aku bekerja, ternyata daging tersebut sudah di buat sate terlebih dahulu sama Ibuku, katanya itu atas permintaanku. Padahal aku juga tak pernah meminta untuk dibuatkan, hanya karena ibuku ini terlalu baik dan terlalu sensitif dengan kesukaan anak tersayangnya. Jadilah daging tersebut sate ala Ibu dipagi harinya.

Istri merasa sebal karena di PHP-in sama aku, katanya aku yang harus membuatkan dan semua itu karena permintaanku akhirnya Ibu sendiri yang membuatkan dan membakar sate itu sendiri di pagi buta.

Ibuku memang luar biasa

Terlapas dari Ibuku yang luar biasa, istriku juga sebal. Begitu juga aku yang egois juga merasa tidak bersalah dengan keadaan itu.

Akhirnya, sewaktu aku pulang kerja, aku tidak memakan sate yang dibuatkan penuh cinta dan dibakar di pagi buta itu. Aku tau kekecewaan ibuku saat anak tersayangnya ini tidak mau memakan makanan yang merupakan faviritnya sejak masih kecil.

Aku makan telor tadi pagi dan tidak menyentuh sate sama sekali, bahkan aku langsung kekamar dan beranjak untuk tidur setelah makan.

Istri menghampiriku, aku masih sebal karena dipermasalahkan lewat pesan singkat SMS tadi malam itu, akhinya aku sedikit membelakangi dia sambil tetap berbicara kepadanya dikamar. Alur cerita kita tidak begitu enak didengar, hingga akhirnya dia tambah sebal dengan tingkahku itu.

Ok fix, aku tertidur dan melupakan masalah yang terjadi. itulah kehebatan laki-laki, biarpun sedang ada masalah dihati, dia tetap tidur dengan nyenyak, wkwkwkw.

Selepas bangun, tetap dengan muka cemberut dan beranjak mandi dan sholat dhuhur. Dan kejadian seperti itu terus berulang, disetiap aku sebal dan memutuskan untuk terus begitu, menunggu maaf dari istri, selalu saja aku yang takluk didepannya.

Senyummu Menundukkan Ke-Egoisanku

Selepas sholat, aku dipanggil kekamar oleh istri yang sedang tidur terlentang dikamar. Kalau sudah posisi seperti itu, rasanya aku tidak bisa nolak untuk tidak menghampirinya.

Kita membicarakan perihal sate tersebut, dia tanya kenapa tidak makan sate tadi pagi dan sebagainya. Mungkin istriku tau kalau aku tidak makan sate karena omongan ibu saat aku tidur mungkin.

Akhirnya, dia menyuruh aku makan sate tersebut, dia juga tidak mempermalahkan perihak PHP karena tidak membakarkan sate untuknya. Dengan senyumnya dia terus merayuku.

Ah… aku hanya lelaki yang tak bisa apa-apa didepan senyumnya itu. Akhirnya aku makan sate itu padahal sebelum tidur aku tidak ingin memakannya.

Engkau memang wanita yang menakutkan, disaat engkau sebal dan butuh perjuangan untuk meredahkan emosimu, bahkan pelukanku dan rayuanku tidak cukup untuk meredahkan emosimu itu, bahkan sering kali aku harus membelikan hadiah terlebih dahulu seperti “kebab pinggir pasar” favoritmu itu agar kemarahanmu mereda.

Tapi, disaat giliranku yang SEBAL.

Hanya senyuman seperti itu saja, aku bisa luluh dan runtuh segala ke-egoisanku saat itu.

Mungkin aku sangat mencintaimu, bukan dengan kata, bukan juga dengan segala rayuanku kepadamu, tapi karena hatiku tak bisa memilih untuk tidak memperhatikanmu apalagi untuk mengabaikan senyumanmu itu.

 

#RandomPost #Curhat #Obrolin

Ainur Irawan

Iklan

16 pemikiran pada “Wanita Yang Menakutkan Dan Mengagumkan

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s